UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALEROPA

Apa di Balik Sikap Spanyol yang Menentang Penyerangan terhadap Iran dan tak Takut Diancam Trump?

Victor Burguete, seorang ahli perdagangan dan ekonomi di lembaga think tank Barcelona Centre for International Affairs, mengatakan satu-satunya cara Trump dapat bertindak melawan Spanyol adalah dengan membuktikan bahwa AS menghadapi situasi darurat nasional.

“Kemungkinan besar dia tidak dapat membuktikan bahwa tindakan melawan Spanyol adalah keadaan darurat nasional,” katanya kepada Al Jazeera. “Saya pikir ini lebih merupakan ancaman daripada kemungkinan nyata untuk mengakhiri perdagangan dengan Spanyol.”

Perselisihan itu meletus ketika AS memindahkan 15 pesawat, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar, dari pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol selatan pada hari Senin setelah pemerintah sosialis negara itu mengatakan tidak akan mengizinkan pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk menyerang Iran.

Trump juga menyinggung penolakan Spanyol untuk menaikkan pengeluaran untuk NATO dari 2 menjadi 5 persen dari produk domestik bruto, dengan mengatakan “Spanyol sama sekali tidak memiliki apa pun yang kita butuhkan.”

Sanchez telah memicu kemarahan Trump dengan kebijakan-kebijakannya, termasuk menolak mengizinkan kapal-kapal yang mengangkut senjata ke Israel untuk berlabuh di Spanyol dan mengutuk genosida Israel di Gaza. Spanyol termasuk di antara negara-negara Eropa pertama yang mengakui Negara Palestina pada tahun 2024, bersama dengan Irlandia, Slovenia, dan Norwegia.

“Trump hanya marah karena Spanyol menolak untuk meningkatkan pengeluaran NATO dan mengutuk perusahaan teknologi yang terkait dengan media sosial. Dan melakukan ini secara terbuka,” kata Burguete.

Bulan lalu, Spanyol mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk melarang anak-anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial, dan sedang mempelajari tindakan hukum terhadap Grok, Instagram, dan TikTok.

Bruguete yakin Sanchez mengambil sikap menentang perang ini karena dia menentang “Politik otoriter” Trump. Di sisi lain, juga karena hal itu mendapat sambutan baik di dalam negeri menjelang pemilihan umum tahun depan. “Tidak diragukan lagi bahwa kebijakan luar negeri Trump tidak populer di Spanyol,” tambahnya.

Spanyol adalah pengekspor minyak zaitun terbesar di dunia dan menjual suku cadang mobil, baja, dan bahan kimia ke AS, tetapi kurang rentan terhadap ancaman hukuman ekonomi Trump dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.

Menurut data Biro Sensus AS, AS mencatatkan surplus perdagangan dengan Spanyol untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2025, sebesar 4,8 miliar dolar AS, dengan ekspor AS sebesar 26,1 miliar dolar AS, dan impor sebesar 21,3 miliar dolar AS.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.