UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Perang Kian Memanas, Mengapa Rusia Tak Kunjung Bantu Iran?

“Kedua negara bukan sekutu pertahanan,” kata Waller. Sejumlah analis juga menyebut adanya kesepakatan informal non-agresi antara Rusia dan Israel sebagai salah satu faktor.

Menurut Mojtaba Hashemi, pakar hubungan internasional dan analis Politik, Teheran sebenarnya mengharapkan “dukungan politik dan militer yang nyata” dari Moskow.

“Termasuk kerja sama teknis militer yang diperluas, berbagi intelijen, dan pengiriman pesan penangkal yang jelas kepada musuh, bukan sekadar dukungan verbal,” ujar Hashemi kepada DW. Ia menilai rezim Iran keliru dalam perhitungannya.

“Rusia dan China memiliki persoalan yang lebih besar untuk dipikirkan. Dukungan mereka selama ini terbatas pada pasokan senjata dan alat represi bagi Iran,” katanya.

Namun, Mohammad Ghaedi, dosen di George Washington University, menilai minimnya dukungan Rusia tidak mengejutkan para pemimpin Iran.

“Skeptisisme terhadap ketergantungan pada Moskow sudah lama ada di Teheran. Seperti pernah dikatakan mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, ‘Rusia selalu menjual bangsa Iran’. Presiden Masoud Pezeshkian setelah perang 12 hari pada Juni 2025 juga menyatakan bahwa ‘negara-negara yang kami anggap teman tidak membantu kami selama perang,'” ujarnya.

Untung-rugi Rusia dalam perang Iran

Perang Iran yang berkepanjangan dinilai memiliki sisi positif bagi Rusia. Roos dari Chatham House menyebut perhatian media terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan berkurang karena fokus dunia tertuju pada Iran dan risiko eskalasi konflik.

“Selain itu, AS tidak mampu mempertahankan front lain dari sisi diplomatik dan dukungan militer. Hierarki prioritas jelas akan bergeser ke Timur Tengah,” ujarnya.

Secara ekonomi, Rusia juga berpotensi diuntungkan. Iran sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Harga energi pun melonjak.

“Jika harga minyak dan gas tetap tinggi selama berbulan-bulan atau bahkan setahun, itu akan sangat menguntungkan Rusia sebagai eksportir minyak dan gas,” kata Waller. Ia menambahkan, Kremlin dapat menurunkan pajak domestik yang sebelumnya digunakan untuk membiayai perang.

Meski demikian, kemungkinan jatuhnya rezim Iran akan menjadi kemunduran besar bagi posisi Rusia. Moskow selama ini berupaya menampilkan diri sebagai kekuatan besar.

“Rusia merupakan bagian dari kelompok negara antara Iran, Suriah, dan China yang ingin menggantikan tatanan dunia yang dipimpin Barat dengan dunia multipolar,” kata Roos.

“Namun kelompok ini belum pernah menyusut secepat sekarang, yang berarti Rusia akan kehilangan pengaruh signifikan di kawasan pengaruh Eurasia,” tambahnya.

Masa depan aliansi Rusia–Iran bertahan?

Hashemi menilai minimnya dukungan Rusia berpotensi meretakkan hubungan kedua negara.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.