UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Ironis, Anak WN India Pendukung Genosida di Gaza Tewas Dirudal AS di Selat Hormuz

BANDA ACEH – Ayah dari salah satu warga India korban tewas serangan Amerika Serikat terhadap kapal berbendera Palau di Selat Hormuz diketahui merupakan pendukung genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Jejak digitalnya mengungkap kebencian terhadap umat Islam.Hal ini terungkap saat Rajesh Sharma meminta bantuan untuk menemukan lokasi putranya Aditya Sharma di media sosial pekan lalu. International Business Times melaporkan, saat itu pihak keluarga panik setelah mengetahui adanya penyerangan di Oman pada Ahad (7/6/2026). 

Sang ayah sempat diyakinkan ketika putranya mengirim pesan WhatsApp pada hari Senin yang mengonfirmasi keselamatannya. Tragisnya, hanya satu jam setelah mengirimkan kabar terakhir tersebut, kapal milik putranya sendiri menjadi sasaran serangan yang fatal.

Rajesh Sharma menerima pesan dari perusahaan pelayaran yang memberitahukannya tentang serangan itu. “Dengan penyesalan kami menginformasikan kepada Anda bahwa salah satu kapal kami MT Settebello diserang oleh rudal oleh Angkatan Laut AS,” demikian bunyi pesan yang dibagikan oleh Rajesh dilansir Siasat Daily. “Dan tiga awak kapal hilang dari kapal.”

Netizen yang menanggapi seruan Rajesh kemudian menemukan jejak digital mengenai pernyataan Islamofobia, termasuk seruan untuk “pembersihan etnis” Muslim di Gaza.

‘Saya pikir Israel sekarang harus secara etis membersihkan seluruh Gaza dan menjadikannya wilayah non-Muslim. Ini satu-satunya solusi untuk menjaga perdamaian di sana. Kudos to Mosad dan @IDF,’ tulisnya pada 11 Oktober 2023, hanya beberapa hari setelah Israel memulai genosida setelah serangan pejuang Palestina pada 7 Oktober tahun itu. Unggahan tersebut belakangan ia hapus.

Meski begitu, masih banyak jejak kebenciannya terhadap Islam yang terekam.

Salah satu unggahan Rajesh Sharma, ayah pelaut India Aditya Sharma yang tewas di kapal yang dirudal AS di Selat Hormuz. – (X)

Sejak itu, pandangan Rajesh kian ekstrem. Pada tahun 2024, sebuah postingan berbunyi, “Pada akhir abad ke-21, setiap Muslim di dunia ini akan tersingkir atau akan berpindah agama menjadi agama yang damai.”

Pada Kamis (11/6/2026), pemerintah India kemudian mengumumkan bahwa Aditya Sharma, seorang pelaut muda India, termasuk di antara tiga orang yang tewas dalam serangan militer Amerika yang menghancurkan sebuah kapal komersial yang beroperasi di lepas pantai Oman.

Eskalasi di Selat Hormuz dipicu serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 3.000 warga Iran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Teluk dan mengambil kendali atas perlintasan kapal di Selat Hormuz yang bebas dilintasi sebelum perang. Dalam langkah putus asa, AS kemudian juga melakukan blokade dan menembaki kapal-kapal yang diizinkan Iran melintas.

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.