BANDA ACEH – Salah satu tokoh militer IRGC paling berpengaruh di Iran, Jenderal Ahmad Vahidi, akhirnya muncul ke publik setelah berbulan-bulan menghilang di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.Kemunculan Vahidi terjadi saat pemerIntah tengah mempersiapkan prosesi pemakaman besar-besaran untuk mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang akan berlangsung selama beberapa hari di Teheran hingga Mashhad.
Foto-foto yang dipublikasikan media pemerintah Iran memperlihatkan Ahmad Vahidi menghadiri rapat persiapan pemakaman Khamenei sebelum kemudian terlihat duduk di samping peti jenazah mantan pemimpin tertinggi tersebut dalam seremoni tertutup di pusat kota Teheran pada Kamis malam.
Kemunculan ini langsung menjadi perhatian besar karena Vahidi sebelumnya tidak pernah terlihat di depan publik sejak 8 Februari 2026, hanya beberapa minggu sebelum perang besar Iran melawan AS dan Israel pecah.
Sosok Penting di Balik Strategi Militer Iran
Ahmad Vahidi dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di tubuh Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite militer yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan nasional sekaligus menentukan strategi geopolitik Teheran di kawasan Timur Tengah.
Selama bertahun-tahun, Vahidi disebut menjadi bagian dari lingkaran elite yang berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan militer dan keamanan Iran, terutama saat menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.
Karena posisinya yang strategis tersebut, kemunculan Vahidi di tengah persiapan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, langsung menarik perhatian publik dan pengamat internasional.
Sejumlah analis Timur Tengah menilai kemunculan Vahidi bukan sekadar untuk menghadiri prosesi pemakaman, tetapi juga menjadi pesan Politik dan militer bahwa struktur kekuasaan Iran masih tetap solid meski negara itu baru saja kehilangan sosok pemimpin paling berpengaruhnya.
Para pengamat juga meyakini Vahidi saat ini menjadi salah satu tokoh utama yang membantu merumuskan sikap keras Iran dalam proses negosiasi damai dengan Amerika Serikat pasca perang besar yang pecah pada awal 2026.
Laporan sejumlah media internasional menyebut Ahmad Vahidi termasuk dalam kelompok kecil pejabat senior Iran yang memiliki akses langsung kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Mojtaba sendiri merupakan putra Ali Khamenei yang kini menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah kematian Khamenei senior dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu.































































































Beri Komentar