Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Action Design Research (ADR), yaitu pendekatan penelitian yang menggabungkan analisis akademik dengan proses perancangan solusi secara berulang melalui keterlibatan langsung para pemangku kepentingan.
Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak, diskusi kelompok terarah (focus group discussion), serta analisis dokumen kebijakan.
Menurut penelitian tersebut, Program Makan Bergizi Gratis memiliki dua tujuan utama. Pertama, mengatasi persoalan ketimpangan gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan keluarga berpenghasilan rendah.
Kedua, membangun ekosistem ekonomi pangan yang lebih kuat dengan meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian, bahan pangan lokal, jasa pengolahan makanan, hingga sektor distribusi.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa pemberian makanan bergizi kepada masyarakat bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga berkaitan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Anak-anak yang memperoleh asupan gizi lebih baik dinilai memiliki peluang untuk tumbuh dengan kesehatan dan kemampuan belajar yang lebih optimal. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dianggap dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia.
Selain dampak terhadap kesehatan masyarakat, penelitian itu juga menyoroti efek ekonomi dari program tersebut. Keterlibatan UMKM dan produsen lokal dalam rantai pasok makanan dinilai dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat industri pangan nasional.
Penelitian tersebut juga menilai bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, serta masyarakat. Pemerintah berperan sebagai pembuat kebijakan dan pengarah program, sementara sektor usaha dan masyarakat dapat mendukung melalui inovasi, produksi pangan, teknologi distribusi, dan pengelolaan rantai pasok.
Dalam dokumen tersebut, para penulis mengaitkan Program Makan Bergizi Gratis dengan konsep positive peace atau perdamaian positif. Konsep ini tidak hanya berarti tidak adanya konflik, tetapi juga terciptanya kondisi sosial yang adil, seperti berkurangnya kemiskinan, meningkatnya akses terhadap kebutuhan dasar, serta terciptanya kesempatan ekonomi yang lebih merata.
Dari perspektif tersebut, pemenuhan kebutuhan pangan dan pengurangan ketimpangan dianggap sebagai bagian dari upaya mencegah munculnya konflik sosial akibat ketidakadilan ekonomi.






































































































Beri Komentar