Pola yang sama sebelumnya telah digunakan oleh warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka yang direkrut berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun. “Dan beberapa tewas dalam beberapa pekan pertama,” kata FISU.
Sebanyak delapan WNI yang dirilis FISU, mendapatkan visa Rusia dan satu orang dari Belarusia. Mereka direkrut menjadi tentara Rusia untuk berada di garis depan melawan Ukraina. Ditampilkan pula identitas lengkap mereka asal Indonesia.
Seperti dilihat Republika, Yudha Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Syaripudin Muhammad, Maulana M Hadi, Iskandar Wahyu Oktavian, dan terakhir Helmi Nugraha Hakim yang mendapatkan visa lewat Belarusia. Daftar itu di luar mantan personel Marinir TNI AL Serda (Mar) Satriya Arta Kumbara dan anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio.
“Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta, telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah diubah Kremlin menjadi sumber tenaga kerja murah untuk perang,” jelas keterangan FISU.

































































































Komentar Terbaru