UPDATE

NASIONAL

BAP Tan Kian, Jaksa Agung Diduga Menerima Uang Kasus Korupsi ASABRI dan Jiwasraya

BANDA ACEH –  Center for Energy and Resources Indonesia (CERI) meminta aparat penegak hukum menelusuri secara serius keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang memuat dugaan penyerahan uang sekitar Rp40 miliar dalam pecahan SGD 1.000 yang dikaitkan dengan penanganan perkara korupsi ASABRI dan Jiwasraya.Sekretaris CERI Hengki Seprihadi, Minggu (6/9/2026), mengatakan keterangan tersebut perlu diverifikasi secara menyeluruh karena menyangkut nominal besar dan sejumlah nama yang disebut berkaitan dengan proses penanganan perkara di lingkungan Kejaksaan Agung.

“Kalau keterangan dalam BAP tersebut benar dan didukung alat bukti lain, tentu harus ditelusuri secara serius. Yang harus dibuka adalah dari mana uang itu berasal, siapa yang menyerahkan, siapa yang menerima, untuk kepentingan apa, dan apakah ada kaitannya dengan proses penanganan perkara ASABRI dan Jiwasraya,” kata Hengki.

Nama Ferry Yanto Disebut dalam BAP

Dalam dokumen pemeriksaan yang beredar, nama Ferry Yanto Hongkirwang muncul dalam keterangan seorang saksi.

Keterangan tersebut berawal dari pengakuan saksi yang menyebut dirinya terdesak menghadapi perkara korupsi ASABRI dan Jiwasraya. Saksi kemudian disebut dikenalkan oleh Lucy Kwee kepada Ferry Yanto Hongkirwang, yang disebut memiliki kemampuan membantu menyelesaikan persoalan hukum di lingkungan Kejaksaan Agung.

Namun, saksi juga menyatakan Ferry tidak pernah secara langsung menyebut nama pejabat atau pihak tertentu di Kejaksaan Agung yang akan membantu agar dirinya tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Hengki menegaskan, penyebutan nama dalam BAP tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai bukti keterlibatan seseorang dalam tindak pidana.

“Nama seseorang yang muncul dalam BAP bukan berarti otomatis orang tersebut melakukan tindak pidana. Tetapi apabila ada keterangan mengenai dugaan aliran uang puluhan miliar rupiah, aparat memiliki kewajiban untuk menguji keterangan tersebut dengan alat bukti lainnya,” ujarnya.

Dugaan Uang Rp40 Miliar Perlu Diverifikasi

Dokumen tersebut juga memuat keterangan mengenai uang sekitar Rp40 miliar dalam pecahan SGD 1.000 yang disebut telah diserahkan kepada pihak yang berkaitan dengan proses penyidikan di lingkungan Kejaksaan Agung.

Nama Syarief Sulaeman Nahdi disebut sebagai pihak yang menerima uang. Dokumen juga menyebut Febri Adriansyah, yang disebut menjabat Direktur Penyidikan/Jampidsus pada periode tersebut, Ali Mukartono yang disebut sebagai Jampidsus, serta Sanitiar Burhanuddin sebagai Jaksa Agung pada masa itu.

CERI menegaskan bahwa penyebutan nama-nama tersebut dalam dokumen pemeriksaan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya penerimaan uang maupun keterlibatan dalam tindak pidana.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.