UPDATE

ACEH
ACEH

Wamenkomdigi Nezar Patria Apresiasi Karya Sastra L K Ara dalam Dialog Kebudayaan di Lhoknga

LHOKNGA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menerima tiga buku karya penyair senior L K Ara dalam ajang Dialog Kebudayaan yang berlangsung di wilayah Lhoknga, Aceh.

Penyerahan karya sastra ini menjadi momen penting yang menyoroti peran literasi sebagai medium vital dalam merekam jejak sejarah, kebudayaan, serta dinamika kemanusiaan masyarakat Aceh.

Ketiga buku yang diserahkan merupakan karya terbaru L K Ara, yaitu Zikir di Hadapan Musibah, Riwayat Sultan Iskandar Muda, dan Bila Penyair Asia Mengunjungi Aceh.

Dalam suasana yang hangat, L K Ara juga membacakan puisi di hadapan para peserta dialog yang disambut dengan antusias.

Bagi sang penyair, buku bukan sekadar objek bacaan, melainkan instrumen strategis untuk mendokumentasikan perjalanan sejarah dan kehidupan sosial masyarakat Aceh secara otentik.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar Patria menyampaikan apresiasi mendalam terhadap perjalanan kepenyairan L K Ara.

Ia mengungkapkan bahwa telah mengenal dan mengikuti karya-karya L K Ara sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Pernyataan personal ini menegaskan bagaimana sastra mampu berfungsi sebagai jembatan antargenerasi, di mana karya yang lahir dari pengalaman panjang seorang seniman dapat terus hidup dan membekas dalam ingatan pembaca hingga bertahun-tahun kemudian.

Ketiga karya yang diserahkan kepada Wamenkomdigi tersebut juga merefleksikan keluasan perspektif L K Ara terhadap sejarah dan kebudayaan.

Zikir di Hadapan Musibah mengangkat refleksi hubungan manusia dengan ketuhanan di tengah bencana, Riwayat Sultan Iskandar Muda menelusuri jejak kejayaan sejarah Aceh, sedangkan Bila Penyair Asia Mengunjungi Aceh merekam persilangan dunia kepenyairan regional dengan identitas budaya Aceh.

Dialog Kebudayaan di Lhoknga ini pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menjadi titik temu yang harmonis antara karya, pembaca, sejarah, dan generasi penerus.

Bagi L K Ara, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang penyair tidak berakhir saat sebuah buku selesai dicetak, melainkan terus berlanjut melalui percakapan publik dan memori kolektif yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.