Sebelumnya, penghentian penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta hanya direncanakan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Namun, perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi sebaran abu membuat kebijakan tersebut diperpanjang.
Operasional penerbangan sempat dijadwalkan berhenti hingga Senin pagi pukul 08.59 WIB. Berdasarkan informasi terbaru dari pengelola bandara, penghentian tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB pada Senin, 7 September 2026.
“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 18.00 WIB,” tulis keterangan resmi Bandara Soekarno Hatta dikutip dari akun Instagram @soekarnohattaairport, Senin 7 September 2026.
Perpanjangan penghentian operasional tersebut dapat berdampak terhadap jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat. Oleh sebab itu, penumpang yang memiliki rencana perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang sebelumnya telah diterima.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk melakukan pengecekan ulang melalui kanal resmi maskapai. Informasi terbaru penting dipantau karena perubahan kondisi vulkanik dapat memengaruhi keputusan operasional penerbangan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa bandara untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan & untuk informasi kebandarudaraan silakan menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,” lanjut keterangan resmi pihak bandara.
Penghentian operasional ini sebelumnya mulai diterapkan pada Minggu, 6 September 2026. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sempat menetapkan penghentian penerbangan pada pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB setelah adanya indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Keputusan tersebut kemudian dituangkan dalam Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26.
Di tengah situasi tersebut, video petugas kebersihan yang diduga mengalami kesurupan pun menjadi perbincangan di media sosial. Meski demikian, perhatian utama tetap perlu diarahkan pada kondisi petugas yang bersangkutan serta pentingnya memberikan pertolongan secara tenang apabila seseorang mengalami kondisi serupa.


















































































































Komentar Terbaru