BANDA ACEH – Pengamat Politik dan hukum, Muslim Arbi meminta Bareskrim Polri tidak hanya memeriksa Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi terkait laporan dugaan makar dan penghasutan, tetapi juga meminta keterangan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.
Muslim menilai pemeriksaan terhadap Jokowi penting dilakukan lantaran pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan adanya percepatan pergantian kekuasaan sebelum Pemilu 2029 disampaikan ketika mantan presiden tersebut berada di sampingnya.
“Polisi harus memeriksa Jokowi,” kata Muslim kepada RMOL, Minggu, 13 September 2026.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah Jokowi mengetahui maksud pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan pergantian kekuasaan sebelum 2029. Polisi juga perlu menggali apakah pernah ada pembicaraan sebelumnya mengenai hal tersebut serta bagaimana Jokowi memahami pernyataan yang disampaikan di hadapannya.
Muslim menegaskan, pemeriksaan terhadap Jokowi tidak berarti mantan presiden tersebut otomatis dianggap terlibat dalam dugaan tindak pidana.
Namun, keberadaan Jokowi saat pernyataan kontroversial itu disampaikan dinilai menjadi fakta yang patut dikonfirmasi kepada yang bersangkutan.
Polemik ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Budi Arie menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan adanya “percepatan” sebelum 2029. Pernyataan tersebut kemudian menjadi kontroversi karena disampaikan dalam suasana Politik yang sensitif dan ketika Jokowi berada di samping Budi Arie.
Gerakan Cinta Prabowo (GCP) kemudian melaporkan Budi Arie ke Bareskrim Polri pada 2 September 2026 dengan tuduhan dugaan makar dan penghasutan.
Budi Arie juga telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan pernyataannya merupakan analisis pribadi. Dia membantah adanya kaitan pernyataan tersebut dengan Jokowi.
Menurut Muslim, kondisi tersebut justru menjadi alasan bagi polisi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Aparat, kata dia, tidak boleh mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video maupun tafsir politik.
Polisi perlu menggali siapa yang mengetahui, siapa yang berbicara, apa maksud pembicaraan, apakah terdapat komunikasi atau perencanaan sebelumnya, serta apakah ada tindakan nyata setelah pernyataan tersebut disampaikan.
“Polisi harus memeriksa Jokowi,” demikian pandangan Muslim terkait polemik tersebut.
Dia menekankan pemeriksaan terhadap Jokowi diperlukan untuk membuat terang suatu peristiwa yang telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, bukan untuk langsung menetapkan Jokowi sebagai tersangka.































































































Beri Komentar