UPDATE

ACEH
ACEH

T. Haris Fadhillah Daftar Bakal Calon Ketua PWI Aceh, Usung Transformasi Kepemimpinan

Menurutnya, PWI harus semakin hadir dalam menjawab kebutuhan anggota, terutama melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kompetensi jurnalistik, serta upaya meningkatkan kesejahteraan wartawan.

Ia menilai, perubahan lanskap media akibat perkembangan teknologi digital menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan agar tetap profesional, kompetitif, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sebagai penguji nasional Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI dan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) LPP RRI, Haris memandang pendidikan dan pelatihan kompetensi sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat profesionalisme wartawan.

“PWI harus kembali memperkuat peran dan fungsinya sebagai organisasi profesi. Peningkatan kapasitas SDM anggota harus menjadi perhatian, termasuk melalui pendidikan dan pelatihan kompetensi agar wartawan mampu menghadapi disrupsi teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi harus berjalan beriringan dengan upaya memperjuangkan kesejahteraan anggota. Dengan demikian, keberadaan PWI tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan profesional para wartawan.

Menurut Haris, organisasi profesi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, integritas, dan tanggung jawab kepada publik.

Selain penguatan profesi, Haris juga mengusung transformasi kepemimpinan sebagai bagian dari agenda pencalonannya. Ia menilai perubahan kepemimpinan perlu diarahkan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus mempersiapkan keberlanjutan organisasi.

Bagi Haris, transformasi tidak semata-mata berarti menghadirkan figur baru. Kepemimpinan yang berlanjut pun dapat menjadi bagian dari transformasi selama mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan organisasi.

Ia mendorong penerapan kepemimpinan kolektif kolegial, yakni pola kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, pembagian tanggung jawab, dan pengambilan keputusan melalui musyawarah.

Pola tersebut, menurutnya, penting untuk membangun soliditas pengurus sekaligus membuka ruang kaderisasi bagi anggota yang berpotensi menjadi pemimpin pada masa mendatang.

“Transformasi kepemimpinan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Kita perlu membangun kepemimpinan kolektif kolegial agar organisasi berjalan bersama, sekaligus melatih dan mempersiapkan calon-calon pemimpin berikutnya,” katanya.

Saat ini, Haris juga menjabat Kepala Stasiun sekaligus penanggung jawab redaksi LPP RRI Meulaboh. Pengalaman tersebut, bersama keterlibatannya dalam organisasi profesi, menjadi bekal yang dibawanya untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan PWI Aceh.

1 2 3 4
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.