UPDATE

NASIONAL

Kekuasaan Itu Manis dan Menggiurkan

Sehingga seorang calon punya pandangan dan cita cita masa depan yang unggul, ketiga, punya dana yang cukup untuk membiayai segala keperluan dalam menarik simpati masyarakat. Ongkos kampanye itu membutuhkan biaya besar karena banyaknya pihak yang dilibatkan. Sehingga, ada pameo ketika anda punya dana besar atau didukung finansial yang banyak, maka itu lebih mudah dalam melakoni kompetisi yang relatif dipenuhi pelbagai intrik. 

Itulah keniscayaan Politik yang tidak hanya terjadi pada negara miskin, juga terjadi pada negara yang sudah mapan demokrasinya (kasuistis), keempat, alasan pokok mengapa orang ingin berkuasa, atau paling tidak ada dalam kekuasaan, karena ia bisa menggerakkan seluruh elemen yang ada untuk bersama sama membangun daerah. Itu pikiran positifnya. Ada juga yang menjadikan kekuasaan itu kesempatan untuk mendapatkan sebanyak mungkin pundi pundi untuk memperkaya diri. Maka, tidak heran jika seseorang punya kuasa diasumsikan punya kemampuan dana besar, walaupun dasarnya bukanlah orang kaya. 

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Sisi lain dari manisnya kekuasaan itu dapat kita simak dengan seksama pada pelaksanaan program dan kebijakan. Biasanya, para penikmat kekuasaan berorientasi pada keuntungan apa yang diperoleh dan seberapa besar yang akan didapatkan dari pemerlakukan suatu program dan kebijakan serta sejumlah urusan lain yang berhubungan dengan kekuasaannya. 

Jika dengan segala kalkulasi yang diperhitungkan sudah sesuai dengan keinginannya, maka diberlakukan. Jika ternyata itu hanya menguntungkan segelintir orang selain dirinya, maka prioritas yang dikedepankan adalah keberlangsungannya. Semakin lama sebuah program atau kebijakan diterapkan, tentu akan semakin besar yang bisa diperoleh. Jadi, kekuasaan itu sangat dekat kemampuan membuat hitungan yang cermat. Karena biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan kekuasaan itu tidaklah kecil. Itulah sebab segala upaya dapat ditempuh untuk bisa kembali modal dan memperoleh keuntungan besar. 

Jadi, kekuasaan dalam makna negatif adalah penggunaan segala fasilitas yang melingkupinya untuk dipergunakan sebesar besarnya untuk dirinya dan kroni kroninya. Pemanfaatan kesempatan secara semena mena adalah ciri dari orang yang menggunakan kekuasaan tanpa memedulikan kepentingan dan kebutuhan rakyat. Bukankah hadirnya pemerintahan yang dijalankan lewat sederet kekuasaan itu untuk memberi pelayanan sebaik baiknya kepada rakyat, serta berupaya untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan rakyat? 

Tapi nampaknya itu hanya ilustrasi teoritis bagi pengelola kekuasaan yang tidak punya moral kekuasaan yang baik. Bukankah kekuasaan itu hanya dapat digunakan dengan baik bila yang berkuasa itu punya komitmen lurus dan niat yang baik dalam menjalankan kekuasaan. 

image_print

1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.