UPDATE

BISNISEKONOMI

CAEXPO: Perusahaan Indonesia Ubah Peluang Tiongkok Jadi Profit Nyata

Perubahan komposisi peserta di paviliun Indonesia tahun ini menjadi gambaran paling jelas dari perkembangan tersebut.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, paviliun Indonesia lebih banyak menampilkan produk konsumsi tradisional seperti kopi, furnitur, dan kerajinan tangan. Namun, tahun ini, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mengambil inisiatif untuk menghadirkan pameran khusus mengenai ekonomi digital dan ekosistem inovasi AI di area teknologi tinggi.

Dalam kegiatan promosi CAEXPO di Jakarta pada Mei, Ketua Umum MASTEL, Salvador, menyampaikan pandangannya secara terbuka:

“Pasar telekomunikasi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Melalui CAEXPO, kami berharap dapat menjalin hubungan dengan lebih banyak perusahaan kecerdasan buatan dan investor asal Tiongkok, sehingga dapat memperkuat fondasi peningkatan dan pengembangan industri elektronika dan telekomunikasi nasional.”

Harapan tersebut didukung oleh kebutuhan nyata di pasar Indonesia.

Permintaan terhadap penerapan AI terus berkembang, mulai dari pertanian, perikanan, kota pintar, hingga pembayaran digital. Seluruh sektor tersebut membutuhkan peningkatan teknologi untuk mendorong produktivitas dan efisiensi. Sementara itu, Tiongkok memiliki pengalaman yang semakin luas dalam penerapan AI di berbagai sektor industri.

Untuk mempertemukan kebutuhan tersebut, CAEXPO tahun ini menghadirkan area khusus bertajuk “AI Supermarket” yang menampilkan lebih dari 500 produk. Untuk pertama kalinya, penyelenggara juga membuka “ASEAN Countries Demand Zone”, sebuah area yang memperlihatkan kebutuhan negara-negara ASEAN terhadap teknologi, peralatan, dan solusi industri secara lebih terperinci.

Dengan pendekatan ini, perusahaan Tiongkok dapat mengidentifikasi kebutuhan calon mitra bisnis secara lebih langsung dan menjajaki peluang kerja sama yang sesuai.

Artinya, CAEXPO kini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli produk. Pameran ini berkembang menjadi wadah untuk membangun kemitraan, mempertemukan kebutuhan teknologi, serta memperkuat rantai industri regional.

Retno Supeni, Konsul Urusan APEC Indonesia, dalam keterangannya kepada media pada acara pembukaan, menyoroti arah kerja sama tersebut.

“Saat ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok secara aktif menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi hijau dan ekonomi digital, termasuk energi terbarukan. Kami menyambut baik kerja sama ini karena akan semakin mendorong pembangunan rantai pasok dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.”

Pernyataan tersebut menggarisbawahi perubahan penting dalam hubungan ekonomi kedua negara. Fokus kerja sama tidak lagi terbatas pada perdagangan barang, tetapi semakin mencakup pembangunan rantai pasok dan keterhubungan industri.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3 4 5

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.