UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALAMERIKA

Detik-detik Pesawat Jet Pribadi Jatuh di Florida, 9 Orang Tewas

Awak pesawat kemudian melaporkan laju penurunan sekitar 22.000 kaki per menit dengan kemiringan pesawat mencapai 60 derajat. Salah satu suara dalam rekaman terdengar memperingatkan bahwa waktu mereka semakin terbatas.

“Lihat ke luar… Astaga, kita kehabisan waktu!” ucap salah satu suara.

Setelah itu, komunikasi terputus dan pesawat jatuh.

Terbang dari Texas Menuju Bahama

Pesawat Learjet 60 dengan nomor registrasi N722BD tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, sekitar pukul 09.37 waktu setempat. Pesawat dijadwalkan menuju Bandara North Eleuthera di Bahama.

Data pelacakan Flightradar24 menunjukkan pesawat sempat mencapai ketinggian jelajah sekitar 41.000 kaki. Sekitar pukul 12.35, saat berada di dekat Naples, Florida, pesawat mulai turun dari ketinggian 35.000 kaki.

Data terakhir yang diterima Flightradar24 menunjukkan pesawat berada pada ketinggian sekitar 8.750 kaki pada pukul 12.49. Selama penurunan tersebut, laju turun pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit.

Satu menit kemudian, pesawat jatuh di sekitar Military Trail dan 10th Avenue North, Greenacres. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman dan jalan raya.

Juru bicara Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Jim Reynolds, membenarkan pesawat tersebut merupakan jet pribadi. Namun, pihak bandara belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas orang-orang di dalam pesawat.

“Ini jelas merupakan sebuah tragedi,” ujar Reynolds, sebagaimana dilaporkan The Independent, Minggu (1/11/2026).

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) telah mengirimkan tim investigasi ke lokasi kecelakaan. Federal Aviation Administration (FAA) juga mengerahkan tim untuk mendukung penyelidikan.

Melalui akun X resminya, Duffy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan dukungan FAA terhadap investigasi NTSB.

“FAA [Otoritas Penerbangan Federal AS] mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk mendukung investigasi yang dilakukan oleh NTSB [Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS],” tulis Duffy melalui akun @SecDuffy.

Hingga Senin (2/11/2026), otoritas belum mengumumkan penyebab pasti kecelakaan. Meski pilot sempat melaporkan turbulensi, pembentukan lapisan es, dan presipitasi, belum dapat dipastikan apakah kondisi cuaca tersebut berkontribusi terhadap jatuhnya pesawat.

Data pelacakan penerbangan yang menunjukkan penurunan ketinggian secara ekstrem juga belum cukup untuk memastikan penyebab pesawat kehilangan kendali. NTSB masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan tersebut

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.