Ia mengingatkan bahwa apabila berbagai persoalan mendasar di Aceh terus dibiarkan tanpa penyelesaian, bukan tidak mungkin ketegangan sosial akan semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan konflik baru yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa yang terjadi di Tiro, Pidie, harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak agar tidak mengulangi pendekatan yang berpotensi memperburuk keadaan.
Minta Presiden Bentuk Tim Khusus Investigasi Kekerasan Aparat di Aceh
Lebih lanjut, Sudarliadi meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk Tim Khusus atau Tim Investigasi Independen guna mengusut peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat keamanan di Aceh. Tim tersebut diharapkan dapat bekerja secara objektif, independen, dan transparan untuk mengungkap fakta serta memastikan adanya pertanggungjawaban terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.
“Presiden Republik Indonesia harus memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Kami meminta dibentuknya tim khusus yang independen untuk menginvestigasi dugaan kekerasan aparat di Aceh, termasuk peristiwa di Tiro, Pidie. Negara harus hadir untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya serta menjamin agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” tutup Sudarliadi.
Pemuda Muhammadiyah Aceh menegaskan bahwa perdamaian Aceh harus dijaga melalui keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, penegakan hukum, pendekatan humanis, dan komitmen seluruh pihak untuk menuntaskan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pasca perjanjian damai MoU Helsinki.[]
















































































































Komentar Terbaru