UPDATE

NASIONAL

Ketidakhadiran Tito Karnavian dalam Pertemuan Purnawirawan Polri: Ada Apa?

BANDA ACEH – Pertemuan Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) dengan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada 5 November 2026 menjadi perhatian di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah nama besar di lingkungan kepolisian, termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PP Polri Bambang Hendarso Danuri itu dihadiri sejumlah mantan Kapolri dan purnawirawan jenderal.

Mereka menyampaikan dukungan terhadap penegakan hukum serta menegaskan pentingnya menjaga soliditas institusi Polri.

Namun, ada satu nama yang menarik perhatian karena tidak terlihat dalam pertemuan tersebut, yakni Tito Karnavian, mantan Kapolri yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri.

Ketidakhadiran Tito menimbulkan pertanyaan, terlebih pertemuan berlangsung dalam situasi Politik dan institusional yang sensitif.

Apalagi, kasus yang sedang ditangani menyangkut dugaan penyadapan terhadap komunikasi Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak, serta melibatkan figur-figur penting di tubuh kepolisian.

Sejauh pemberitaan yang tersedia, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan Tito tidak hadir. Belum diketahui pula apakah seluruh mantan Kapolri memang diundang dalam pertemuan tersebut atau apakah Tito telah menerima undangan.

Karena itu, ketidakhadirannya tidak bisa langsung ditafsirkan sebagai bentuk penolakan, ketidaksetujuan, atau sikap politik tertentu.

Dalam situasi seperti ini, membangun kesimpulan tanpa keterangan yang jelas justru berisiko melahirkan spekulasi.

Ketidakhadiran Tito sebenarnya bukan kali pertama menjadi perhatian dalam pertemuan yang melibatkan para mantan Kapolri.

Pada pertemuan mantan Kapolri dengan Kapolri Listyo Sigit pada 2022, Tito dan Idham Azis juga tidak terlihat hadir.

Pada kegiatan PP Polri tahun 2023, keduanya kembali tidak hadir dan saat itu Ketua PP Polri Bambang Hendarso Danuri menyebut adanya kesibukan lain.

Namun, alasan tersebut merupakan penjelasan untuk kegiatan sebelumnya dan tidak otomatis dapat digunakan untuk menerangkan ketidakhadiran Tito pada 5 November 2026.

Yang menarik, pertemuan kali ini berlangsung ketika Polri sedang menghadapi ujian serius terkait dugaan penyadapan ilegal dan penetapan sejumlah personel sebagai tersangka.

Dukungan para purnawirawan terhadap Kapolri tentu memiliki makna institusional, tetapi absennya beberapa figur penting juga membuka ruang pertanyaan mengenai dinamika hubungan antar elite kepolisian.

Publik tentu berhak mengetahui apakah ketidakhadiran Tito semata-mata karena agenda kedinasan atau ada pertimbangan lain.

Namun, sampai ada penjelasan langsung dari yang bersangkutan atau panitia pertemuan, persoalan itu tetap menjadi tanda tanya, bukan bukti adanya konflik di antara para mantan Kapolri.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.