UPDATE

ACEH
ACEH

Aduh, Ngeles? Pertamina Rantau Aceh Tamiang Belum Bayar Zakat, Jawaban Bikin Geram!

BANDA ACEH – Isu terkait belum disetorkannya zakat oleh Pertamina EP Field Rantau ke Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Tamiang kembali mencuat. Alih-alih memberikan klarifikasi terkait kewajiban tersebut, pihak Pertamina justru mengisyaratkan bahwa perlu adanya sosialisasi lebih lanjut dari Baitul Mal.

Humas Pertamina EP Field Rantau, Tari Aulia Sari, saat dikonfirmasi pada Selasa (4/2), menyebut internal perusahaan masih perlu mendiskusikan hal ini.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Advertisements

“Kemarin saya sudah sempat info ke tim BDI (Badan Dakwah Islam). Kami harus diskusi internal dulu. Mungkin perlu adanya sosialisasi dari Baitul Mal Tamiang,” ujar Tari melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan ini memicu pertanyaan, mengingat aturan tentang zakat bagi badan usaha di Aceh sudah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021. Hingga berita ini ditayangkan, Kamis (6/2), Pertamina EP Rantau masih belum memberikan kepastian mengenai pembayaran zakat tersebut.

Advertisements

PLN Sudah Berzakat, Mengapa Pertamina Belum?

Sebagai perbandingan, PT PLN Persero Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Langsa telah lebih dahulu menyetorkan zakatnya ke BMK Aceh Tamiang. Tahun 2024, PLN UP3 Langsa menyalurkan zakat senilai Rp20 juta melalui BMK Aceh Tamiang. Serah terima dilakukan oleh Manajer PLN UP3 Langsa, Indradi Pratama, kepada Pj Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra.

Langkah PLN ini pun mendapat apresiasi dari Fujiama Prasetya, Komisioner BMK Aceh Tamiang divisi pengumpulan, pengembangan, dan sosialisasi. Ia berharap perusahaan BUMN lain seperti Pertamina EP Rantau dan PTPN juga mengikuti jejak PLN dalam memenuhi kewajiban zakat.

“Sesuai Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021, badan usaha di Aceh wajib berzakat di Baitul Mal. Apa yang dilakukan oleh PLN UP3 Langsa dapat dicontoh oleh BUMN dan badan usaha lain di Aceh Tamiang,” ujar Fujiama.

Desakan dari Berbagai Pihak

Kewajiban zakat bagi badan usaha di Aceh bukan hanya sekadar anjuran, tetapi telah memiliki payung hukum yang jelas. Ketua Karang Taruna Kabupaten Aceh Tamiang, Joko Sudirman, juga menyuarakan hal yang sama. Ia meminta semua perusahaan, baik BUMN, perusahaan perkebunan kelapa sawit, maupun perusahaan swasta, agar patuh terhadap qanun yang mengatur zakat.

“Kami berharap kepada PTPN dan Pertamina EP Rantau untuk memperhatikan kekhususan Aceh terkait zakat. Qanun sudah jelas, dan seharusnya ini dipatuhi,” tegas Joko.

Seruan serupa juga datang dari Muhammad Zakiruddin, anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh. Ia menegaskan bahwa semua badan usaha yang beroperasi di Aceh harus tunduk pada regulasi daerah, termasuk dalam hal kewajiban zakat.

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.