BANDA ACEH -Visi besar Presiden Prabowo Subianto dinilai belum diterjemahkan secara optimal oleh jajaran menteri. Karena itu, Prabowo didorong mengevaluasi kabinet dan melakukan perombakan pada awal 2027.
Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, gagasan Prabowo melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih memiliki orientasi kerakyatan. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum berjalan sesuai harapan.
“Sebenarnya ide-ide besar Pak Prabowo sangat humanis, mulai dari MBG agar tidak ada lagi anak bangsa kelaparan, hingga Koperasi Merah Putih untuk mengantisipasi tengkulak yang menjerat petani,” ujar Rio usai konsolidasi Tim Task Force DPP Hanura bersama pengurus dan legislator Hanura se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurut Rio, persoalan utama terletak pada kemampuan para menteri menerjemahkan visi dan misi Presiden menjadi kebijakan serta pelaksanaan yang efektif.
“Persoalannya ada pada tingkat aplikasi. Apa yang dicita-citakan dan digagas oleh Pak Prabowo sebagai presiden, tidak bisa diterjemahkan oleh para menterinya,” tegasnya.
Atas dasar itu, Rio mendorong Prabowo mengubah komposisi kabinet dengan lebih mengutamakan profesionalisme dibandingkan akomodasi Politik dan balas budi kepada tim sukses. Ia juga menilai ukuran kabinet yang besar berpotensi memperpanjang koordinasi dan memperlambat pelaksanaan program. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan mulai dari tingkat menteri hingga wakil menteri.
“Warna kabinet harus mulai diubah menjadi wajah profesional, agar ide besar presiden bisa diwujudkan. Kabinet kerja atau jaken kabinet harus jadi orientasi ke depan,” kata Rio.
Ia menyarankan reshuffle dilakukan pada awal 2027 agar pelaksanaan APBN tahun tersebut ditangani oleh jajaran menteri kompeten. Sebab dua tahun ke depan menjadi periode penting bagi Prabowo-Gibran untuk merealisasikan program kerakyatan sebelum memasuki tahun politik.
“Tahun keempat sudah masuk tahun politik. Presiden tidak akan bisa fokus lagi pada persoalan kerakyatan. Sebab itu, dua tahun ke depan adalah waktu emas bagi Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Di luar evaluasi pemerintahan, Rio juga mengapresiasi konsolidasi Hanura di Sulawesi Tenggara yang telah merampungkan pembentukan 221 Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau kepengurusan tingkat kecamatan. Ia berharap penguatan struktur partai di daerah dapat menjadi modal menghadapi Pemilu 2029.
“Apa yang kami lakukan hari ini, bukan sekadar untuk menghadapi verifikasi faktual. Verifikasi faktual itu sasaran antara. Kami berkumpul, melakukan konsolidasi untuk memenangkan Pemilu,” tandasnya.


































































































Komentar Terbaru