Senin, 27/05/2024 - 06:48 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Sarapan Tepat Menurut Dokter

Sarapan adalah kebiasaan baik untuk mendukung tubuh.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Sarapan adalah kebiasaan baik untuk mendukung tubuh agar senantiasa sehat dan bugar. Umumnya, sebagian orang melakukan kebiasaan makan terakhir dalam sehari yaitu pada pukul 19.00 malam.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Keesokan harinya, mereka akan sarapan pada pukul enam atau tujuh pagi hari. Menurut Spesialis Gizi Klinik, Dr dr Inge Permadhi MS SpGK (K), hitungan tersebut sebenarnya sama dengan orang yang berpuasa.

“Nah untuk kondisi begini, kadar gula darah di dalam tubuh sudah turun, padahal di seseorang perlu menyambut hari baru yang segar di pagi hari karen mulai bekerja,” kata dokter Inge.

Maka jika melewatkan sarapan, seseorang baru akan merasa siap fokus berkegiatan setelah makan siang. Karena itulah, sarapan sangat penting setelah sepanjang malam tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Sering Marah Buruk untuk Jantung, 7 Cara Ini Bisa Bantu Kelola Emosi

Tentunya sarapan juga membantu agar kadar gula darah jadi baik sehingga mendukung untuk beraktivitas dengan baik. Makanan yang baik di pagi hari seharusnya yang dapat mendukung kadar gula darah normal dan beraktivitas.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Artinya, diperlukan porsi sumber karbohidrat yang paling banyak. Selain itu, karbohidrat perlu dilengkapi dengan protein, lemak yang bagus sekali agar memenuhi kecukupan gizi, bukan saja menambah energi, tetapi juga kesehatan yang baik.

Misalnya, sarapan dengan roti diisi protein telur dan atau menambahkan sayur pada sandwich. Kemudian bubur ayam ditambah dengan lauk pauk di dalamnya. Lebih lengkap ada kacang dan diberi sayuran sedikit.

ADVERTISEMENTS

Jika hanya sarapan dengan karbohidrat dan lemak saja, perlu waspada terhadap kegemukan. Tetapi jika ada proteinnya, itu bisa mendukung bentuk daya tahan tubuh.

ADVERTISEMENTS

Sarapan dalam bentuk kopi juga boleh saja, apabila minuman tersebut dirasa membuat tubuh lebih segar. Namun, tentu saja sarapan yang terbaik adalah harus memenuhi kecukupan gizi harian, jangan sekadar minum kopi.

Berita Lainnya:
Kasus Kolera Terus Melonjak Selagi Persediaan Vaksin Masih Terbatas

Hal yang perlu diingat, ada beberapa orang yang perlu mengontrol asupan kafein dan gula. Jadi, penting untuk mengganti dengan pola makan yang lebih baik.

Dokter Inge juga mencontohkan menu-menu sarapan khas Nusantara yang sebenarnya bagus untuk melengkapi kebutuhan gizi harian. Contohnya, menu soto dengan nasi, di mana menu tersebut biasanya berisikan karbohidrat, protein hewani, maupun sayuran. Lalu bubur ayam, ketoprak, lontong sayur, hingga nasi gudeg. “Iya itu kan bagus, ada lontongnya, sayurnya, proteinnya, jadi masakan nusantara bisa lengkap gizinya,” tambah dr Inge.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi