UPDATE

NASIONAL
NASIONALEROPAINTERNASIONAL

Media Barat Hapus Video Warga Mariupol Mengeluh Disandera Pasukan Militer Ukraina

Media asal Jerman yakni Der Spiegel diketahui telah menghapus sebuah video berisi testimoni warga Mariupol.

Di dalam video tersebut, warga yang merupakan pengungsi dari Azovstal ini diketahui mengeluh telah dijadikan sandera oleh pasukan militer Ukraina.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Wanita di dalam video tersebut juga mengaku telah dijadikan tameng manusia oleh tentara Ukraina.

Dikutip dari rt.com, video tersebut diketahui berdurasi tiga menit.

Sementara itu wanita yang ada di dalam video bernama Natalia Usmanova.

Sebelum konflik pecah, Natalia telah lebih dulu bekerja di Azovstal.

Ia tinggal di sana bersama suami dan anaknya.

Dalam video yang dihapus itu, Natalia mengaku ditahan di sana oleh resimen Azov.

Selama dua bulan Natalia mengaku dilarang untuk pergi dari Azovstal padahal jalur koridor kemanusiaan telah siap dipakai.

Menurut pengakuan Natalia, para nasionalis Azov itu mengaku peduli akan keselamatan warga sehingga melarang mereka kabur dari Azovstal.

Natalia juga mengaku pernah beberapa kali diteriaki oleh nasionalis Azov untuk kembali ke bunker.

Beredar dua informasi bertentangan tentang konflik yang terjadi di pabrik baja Azovstal di Mariupol, Ukraina.

Di tengah gencatan senjata untuk proses evakuasi, konflik kembali pecah pada Selasa (3/5/2022).

Pihak Ukraina menyebut pasukan militer Rusia yang memulai serangan.

Namun di sisi lain, dari pihak pro Rusia menyebut konflik itu justru diprovokasi oleh tentara Ukraina dan kelompok nasionalis Ukraina.

Dikutip dalam rt.com beredar video pecahnya konflik di Azovstal.

Dalam video tersebut awalnya ditampilkan kompleks pabrik sudah dalam kondisi hancur.

Kemudian terekam juga asap hitam membumbung tinggi.

Di akhir video terekam sebuah tank masuk ke area sekitar pabrik.

Republik Rakyat Donetsk menuding konflik itu adalah ulah tentara dan kelompok nasionalis neo nazi Ukraina yakni resimen Azov.

Resimen Azov dan tentara Ukraina dituduh memanfaatkan momen gencatan senjata untuk menyerang Rusia.

Koresponden agensi berita Sputnik melaporkan terdengar suara tembakan dan kepulan asap dari area pabrik.

Diketahui, sejumlah warga sipil telah dievakuasi dari Mariupol ke wilayah yang dikuasai Rusia dan Ukraina setelah berminggu-minggu dikepung.

Beberapa telah meninggalkan pabrik baja Azovstal, pertahanan terakhir pasukan Ukraina di kota yang signifikan secara strategis itu.

Proses penyelamatan warga ini dilakukan oleh tim gabungan setelah PBB turun tangan langsung dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dilansir dari BBC, Senin (2/5/2022), Rusia mengatakan puluhan warga sipil telah tiba di sebuah desa yang dikuasainya.

image_print

1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.