UPDATE

Salam.life
NASIONAL
NASIONAL

PKS Walk Out saat ketok Palu Kenaikan BBM: Dejavu Ala Demokrasi

Hari ini siapa yang akan menjamin bahwa yang dilakukan PKS tidaklah sama seperti apa yang dilakukan PDIP yang juga walk out pada era rezim SBY kala itu menolak kenaikan BBM 2012 silam.

Puan yang kini Ketua DPR RI dulu bahkan menangis pilu sebagai tanggapannya terhadap kenaikan BBM. Namun kini, jangankan menangis, ia justru tersenyum bahkan gembira sebab perayaan ulang tahunnya di rayakan di tengah rakyat demo menuntut turunnya harga BBM.

Skenario ini juga seharusnya mengingatkan kita, tentang politisasi agama yang dilakukan oleh sejumlah pihak demi meraih elektabilitas, hari di mana mereka masih mengemis suara rakyat, berorasi seolah mereka akan selalu membela rakyat.

Tidakkah ini mengingatkan kita tentang Pilpres 2019 lalu? Kala Prabowo bertakbir bersama rakyat, membela hak-hak rakyat, empati terhadap kriminalisasi ulama bahkan ujarnya akan timbul tenggelam bersama rakyat, namun kini, justru tawaran elite untuk duduk bersama seolah menghilangkan memorinya, bahkan menenggelamkan ingatan-ingatan manis yang ia bangun, mengkhianati bahkan melukai hati rakyat yang kala itu mati-matian membelanya.

Apakah hari ini ketika melihat jemawa PKS berjalan keluar dari ruang sidang paripurna menjadi legitimasi untuk jangka panjang bahwa mereka akan terus begitu meski telah menjadi penguasa? Ataukah hanya sekadar mengulang sejarah?

Rakyat sudah bosan melihat berulangkali siklus tersebut terjadi, lingkaran setan demokrasi memang tidak akan pernah hancur dan putus hingga sistem tersebut membunuh dan meracuni dirinya sendiri.

Rakyat sudah kenyang dengan gimmck politik tiap kali berubah aktor dengan cara yang sama. Tidakkah kekecewaan rakyat saat ini terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi, adalah berangkat dari kegembiraan dan dukungan rakyat setelah melihat mantan walikota solo tersebut rela turun ke gorong-gorong hingga menuai banyak pujian?

Bukankah maraknya kasus korupsi oleh kader PDIP kini justru berangkat dari pujian rakyat terhadap mental wong cilik-nya PDIP, hingga drama derai tangis akibat kenaikan BBM kala itu?

Bukankah pengkhianatan Prabowo dan disusul Sandi, adalah berangkat dari simpatisan rakyat yang tertipu oleh bunga-bunga demokrasi yang berselancar berempati atas penderitaan umat islam kala itu?

Tidakkah kita belajar dari sejarah? Bahwa mereka akan menjadi aktor yang berbeda dengan skenario yang sama? Akankah kita tertipu untuk kesekian kalinya?

Puan bahkan menanggapi atas walk out-nya Fraksi PKS dari ruang sidang paripurna adalah tabiat politik, yang sudah menjadi hal biasa. Sehingga seharusnya kita menyadari bahwa tanggapannya mengisyaratkan bahwa apa yang ia lakukan dulu termasuk drama air mata tak lain adalah hanya menjalankan skenario politik demi meraup elektabilitas semata.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.