UPDATE

NASIONAL

Korban Sepak Bola yang Mirip Kecelakaan Pesawat Terbang

Tanpa disadari pula bahwa keseharian itulah yang mendidik dan sekaligus mencetak sebagian besar masyarakat kita yang enggan untuk mau mematuhi aturan.   Ujung dari semua itu adalah tenggelamnya rasa tanggung jawab sosial dari sebagain besar kita semua.

Disiplin rendah masyarakat dan kebiasaan melanggar aturan akan selalu memproduksi chaos dikala berada dalam situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadi seperti antara lain dalam ajang pertandingan sepakbola.   Sulit untuk hanya menyalahkan salah satu pihak, karena tragedi semacam yang terjadi di Kanjuhuran adalah produk dari kompilasi kesalahan hampir semua pihak yang berkait dengan penyelenggaraan sepakbola itu sendiri.

Pertanyaan pertanyaan tentang mengapa penonton bisa masuk melebihi kapasitas stadion, mengapa Polisi menggunakan gas air mata, mengapa penonton bisa masuk lapangan dengan mudah, mengapa penonton terlihat seperti terorganisir merespon kekalahan timnya dan sejumlah mengapa lainnya adalah jawaban tentang kejadian tragedi Kanjuruhan sebagai produk kesalahan berbagai pihak yang ujungnya adalah tidak taat aturan. Apabila dilakukan investigasi yang mendalam dipastikan banyak pihak yang memiliki andil sebagai penyebab terjadinya tragedi tersebut.

Banyak pihak yang berkontribusi dalam menghasilkan kerusuhan tersebut.   Intinya adalah memang masyarakat kita sangat rendah disiplinnya dan tidak taat aturan.

Selama kita enggan memulai Gerakan disiplin secara nasional, maka sulit sekali untuk berupaya agar tragedi Kanjuruhan tidak terulang kembali.   Disiplin secara nasional dapat dimulai dari Gerakan disiplin di jalan raya yang melibatkan seluruh pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Harus ada kemauan bersama untuk mewujudkan disiplin secara nasional.

Tragedi Kanjuruhan hanya puncak gunung es yang menyimpan banyak sekali masalah yang menuntut untuk segera diatasi. Diiringi rasa turut berduka yang mendalam dan sekaligus berdoa bagi para korban dan keluarganya, tersimpan harapan besar agar Indonesia dapat bangkit bersama dalam membangun disiplin secara nasional. Tidak ada waktu lagi untuk selalu berada dalam labirin debat kusir yang saling menyalahkan satu dengan lainnya.

Kembalilah ke Jalan yang benar, jalan kearah pembangunan disiplin pribadi dan sikap yang taat aturan. 

 

(Penulis adalan mantan KSAU dan pendiri Pusat Studi Air Power Indonesia.)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.