Fenomena yang sama juga menggejala dengan parah pada masyarakat sosialis, apalagi ketika sosial media berjaya, maka gejala ini semakin tampak pada pola-pola relasi generasi millenial dan Gen Z. Teknologi digital telah merubah banyak hal. Tidak hanya dalam komunikasi dan interaksi namun juga mempengaruhi sikap, prilaku dan kondisi psikologis manusia. Salah satu dari gejala alienasi dapat kita lihat dari tren kesepian yang menghantui kehidupan global.
Mengutip media detik.com pada 19 Januari 2023 melaporkan penelitian yang dilakukan psikolog Universitas Brigham, Young Julianne Holt-Lunstad yang menunjukkan bahwa orang dewasa di negara industri Barat termasuk Inggris, Jerman dan Australia mengalami kesepian dalam jumlah yang mencapai rekor.
Fakta ini di tambah oleh studi baru di University of California, San Diego mengungkapakan bahwa 75 persen orang Amerika merasa kesepian dan tersisih dari dunia luar. Data dari layanan kesehatan berbasis sains dan data di Amerika Serikat, CDC menyebutkan bahwa tren kesepian ini berupa kesepian karena perasaan sendirian atau karena kurangnya koneksi sosial. Fakta ini sebenarnya merata hingga ke Asia seperti Korea Selatan dan Jepang, termasuk negeri Muslim Indonesia.
Akar Masalah
Harus diakui bahwa penerapan sistem kehidupan (ideologi) kapitalisme dan sosialisme telah mencabut fitrah kehidupan masyarakat yang saling menguatkan dan melengkapi. Memang ada sesuatu yang hilang dari masyarakat kita berupa hal-hal yang substansial, salah satunya adalah kehidupan pertetanggaan yang disunnahkan dalam Islam.
Kesibukan mengejar dunia telah membuat kita kehilangan kebersamaan dan kepedulian satu sama lain. Kehidupan bertetangga tak lagi menjadi nyaman, tak jarang malah saling saing penuh intrik permusuhan dan kecemburuan. Padahal kita masih sama-sama Muslim yang bersaudara.
Inilah penyakit sosial yang menggejala menuju krisis sosial akibat penerapan sistem kehidupan yang serba materialistik dan induvidualis. Sehingga kita merasa baik-baik saja ketika ukuran-ukuran kehidupan tidak lagi berjalan sesuai dengan arahan aqidah dan syariah.
Kapitalisme menenggelamkan kita pada labirin-labirin kegelapan sehingga kita terkukung menjadi asing satu sama lain. Kita merasa julid untuk peduli terhadap lingkungan sekita, padahal kepedulian ini adalah perintah yang sejalan dengan sunnah Nabi SAW.
Pertetanggaan Dalam Pandangan Islam
Imam Ibnu al-`Arabiy dalam kitab Ahkam al-Qur`an menyatakan bahwasanya memuliakan tetangga (humat al-jar) merupakan perkara yang agung di masa jahiliyyah dan Islam. Tradisi ini terus berlanjut dan dilestarikan dalam salah satu bagian syariat Islam.

















































































































