Hingga saat itu tiba, dia tetap mengeluarkan modal untuk membeli pakan ayam. Semua menjadi lebih ringan setelah ayam-ayam itu menghasilkan dan telur-telur itu dijual ke masyarakat di Pasie Raya. Uang hasil penjualan telur itu digunakan untuk membeli pakan yang diproduksi oleh perusahaan raksasa yang memproduksi pakan ayam.
“Keinginan saya sederhana. Saya hanya ingin masyarakat kita tidak lagi bergantung dengan pasokan telur dari luar,” kata Maulidi.
Tidak banyak bantuan yang diperoleh Maulidi untuk mengembangkan usaha ini. Selain dari kerabat, dia mendapatkan bantuan modal dari Bank Aceh. Sempat ada tawaran dari beberapa pihak, namun Maulidi lebih memercayai Bank Aceh. Sama seperti alasan mendirikan usaha ini, dia ingin uang masyarakat Aceh tetap beredar di Aceh. Selain itu, prosesnya cepat, angsurannya juga relatif lebih murah.
Bantuan modal yang dia peroleh dari Bank Aceh, digunakan untuk membeli pakan ayam dan membeli mesin perontok jagung. Proses pengajuan pembiayaan di Bank Aceh juga terbilang mudah. Maulidi mengatakan petugas bank banyak membantu dia dalam pengajuan pinjaman modal. Bahkan setelah mengajukan pembiayaan, petugas bank segera menyurvei usaha Maulidi dan menyetujui permohonan bantuan yang dia harapkan.
“Bank Aceh juga memberikan banyak masukan positif terkait pengelolaan usaya yang Saya jalani,” ujarnya.
Maulidi bertekad untuk membuat sendiri pakan ayam yang saat ini tergolong sulit didapat. Pernah, beberapa waktu lalu, pakan ayam yang dipesan Maulidi telat sampai. Akibatnya, Maulidi terpaksa mengurangi jatah makan ayam dan itu mengakibatkan produksi ayam berkurang hingga 50 persen.
Maulidi mendapat satu pelajaran penting dari kejadian itu: dia harus memproduksi sendiri pakan ayam. Apalagi, di Aceh Jaya, semua bahan baku pembuatan pakan tersedia. Dengan memproduksi sendiri pakan ayam, Maulidi hakul yakin dapat menjual telur ayam lebih murah dan membeli jagung dari petani dengan harga lebih tinggi.
Saat ini, Maulidi mempekerjakan dua orang. Mereka bertugas untuk membersihkan kandang dari kotoran ayam. Untuk mengantisipasi bau tidak sedap dan hama lalat, Maulidi menggunakan obat khusus.
Untuk bisa memproduksi pakan ayam sendiri, Maulidi berencana menambah beberapa mesin lain. Terutama mesin untuk membentuk pakan ayam seukuran biji kemiri.
“Sebagai bank daerah, Bank Aceh telah membantu masyarakat Aceh untuk memutus ketergantungan pada telur dari Medan,” kata Maulidi.
“Kita mulai dari yang kecil untuk menjadi mandiri.”



















































































































Komentar Terbaru