UPDATE

OPINI
OPINI

GM Menangis, Gibran Tertawa

Analogi kecil tumpahan gundah hati, sumbatan yang mengganjal terkait pernak-pernik kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti parodi putusan MK akan disampaikan pada institusi yang berwenang.

Itu narasi implementatif yang tergambar di benak saya. Atau bisa juga, Rembang persisnya Ndalem Gus Mus dimaknakan menjadi panggung untuk mengartikulasikan gerakan moral pendekar-pendekar gaek ini. Karena panggung politis yang lebih snob telah dikuasai pendekar-pendekar  tangguh, seperti Masinton Pasaribu, atau Panda Nababan.

GM berhentilah menangis dan meratap menyaksikan riuh, gaduh, jagad politik penuh haru biru itu. Politik adalah politik. Tenang Pak GM, tenang, semua itu hanya sandiwara.

**). Penulis adalah Pemimpin Umum dan Redaksi RMOL Jateng, Wartawan Senior, Direktur JMSI Institute, Ketua Bidang Litbang JMSI Pusat, Dosen Luar Biasa di beberapa Perguruan Tinggi.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.