“Hilirisasi yang menghasilkan berbagai produk inovasi telah berhasil menciptakan ekosistem baru hulu hilir industri nilam di Aceh yang lebih berkeadilan,” urai Marwan.
“Hilirisasi juga bisa berdampak pada kestabilan harga minyak nilam di level masyarakat dan meningkatkan luas tanam dan peningkatan produksi nilam di berbagai kabupaten di Aceh,” tutup Marwan.
Menkop Teten mengapresiasi USK yang melalui ARC telah berhasil melakukan berbagai hilirisasi nilam di Aceh. Kemenkop UKM sejak 2022 telah bekerjasama dengan ARC dalam membina petani, penyuling, Koperasi dan UMKM dengan berbagai workshop dan pelatihan.
“Hilirisasi harus dilakukan bukan hanya untuk sektor tambang, tapi juga hilirisasi dibilang agro berbasis komoditas unggulan daerah seperti nilam,” jelas Teten.
“Saya sudah ke Perancis dan menemukan fakta 95% fragran menggunakan minyak nilam dari Indonesia khususnya nilam dari Aceh yang merupakan nilam terbaik di dunia,” lanjut Teten menguraikan.
“Kita akan support Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) USK melalui LPDB agar bisa memperbesar kapasitas produksi dan menembus pasar nasional dan internasional,” ujar Teten melanjutkan.
Menurut Menkop, saat ini sektor industri hanya memberikan kontribusi 18% terhadap PDB, sementara UMKM menyumbang 61%. Hal ini bermakna ekonomi nasional itu sebenarnya adalah ekonomi UMKM dan support seharusnya memprioritaskan UMKM.
Selain pelepasan ekspor, Menkop juga meresmikan USK Store yang merupakan outlet berbagai produk atsiri hasil riset ARC USK yang komersialisasinya dilakukan oleh Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac). Dilanjutkan dengan peresmian USK Travel dan Expo yang dilakukan oleh CDC USK.
Artikel Menteri Koperasi Bersama Rektor USK Lepas Ekspor Nilam ke Perancis pertama kali tampil pada HARIANACEH.co.id.



















































































































Komentar Terbaru