Penghuni Saranjana lalu menjelaskan jika Haji Mansur ingin melanjutkan penggalian agar dapat mengambil emas itu maka harus memenuhi berbagai persyaratan, salah satunya dengan membawa tumbal manusia yang memiliki hubungan darah atau keluarga, semisal saudara kandung, orangtua kandung, anak bahkan cucu.
Mendengar persyaratan itu, Haji Mansur lantas menghentikan penggalian. Ia pun memutuskan untuk kembali ke desa dan tidak jadi mengambil emas tersebut karena beratnya persyaratan yang diminta.
Saranjana yang dijuluki sebagai kota tak kasat mata memang selalu mengundang rasa ingin tahu banyak orang akan kisah-kisah magis yang dialami oleh orang-orang yang pernah bersinggungan dengannya.
Komentar Terbaru