“Luasnya liputan kampanye Israel di Gaza di media global membuat kita tidak mungkin menutup mata terhadap pelanggaran-pelanggaran ini. Hal ini juga memungkinkan kelompok advokasi dan masyarakat menjadi lebih terlibat dan menuntut tindakan dari politisi yang mewakili mereka. Hal ini, pada gilirannya, memberikan insentif yang kuat kepada para politisi untuk bertindak,” kata Wolff yang juga Kepala Departemen Ilmu Politik dan Kajian Internasional Universitas Birmingham.
Posisi Sulit Bagi Biden di Pilpres 2024
Dengan makin dekatnya pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2024, tindakan Israel ini menciptakan posisi sulit bagi Presiden Joe Biden. Hal ini sebagian menjelaskan mengapa Biden dan para penasihat terdekatnya, termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken, menyampaikan kritik mereka terhadap pemerintah Israel sambil tetap mendukungnya di PBB.
Sebelumnya AS memveto resolusi yang mengikat Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera pada 8 Desember, setelah abstain pada pemungutan suara sebelumnya pada 15 November yang menyerukan “jeda kemanusiaan yang mendesak dan diperpanjang serta koridor di seluruh Jalur Gaza” serta “pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat”.
Pertemuan Dewan Keamanan berikutnya awalnya dijadwalkan pada 18 Desember namun kemudian ditunda untuk memberikan anggota dewan lebih banyak waktu untuk membahas rancangan resolusi. Diskusi-diskusi tersebut sejauh ini tidak membuahkan hasil, begitu pula negosiasi terpisah yang ditengahi oleh Qatar dan Amerika Serikat di Mesir untuk membuat Hamas dan Israel menyetujui gencatan senjata baru dan pembebasan sandera.
Menurut Stefan Wolff, kesulitan yang dihadapi para pendukung Israel ada dua. Di satu sisi, ada konsensus di luar Barat bahwa Hamas, yang bertanggung jawab atas serangan terhadap Israel pada bulan Oktober yang memicu pembalasan tidak proporsional dari pemerintah Israel, adalah bagian dari masalah dan bukan solusi.
Sebenarnya, dukungan terhadap Hamas di kalangan warga Palestina masih rendah sebelum terjadinya kekerasan saat ini. Namun, cara pemerintah Israel menanggapi kekerasan yang dilakukan Hamas malahl meningkatkan dukungan terhadap organisasi tersebut dan, yang lebih penting lagi, terhadap apa yang diperjuangkannya.
“Hal ini akan membuat solusi berkelanjutan terhadap konflik Israel-Palestina menjadi semakin sulit, dan di sisi lain, hal ini semakin diperumit oleh fakta bahwa tidak ada lagi konsensus antara Israel dan sekutu-sekutunya mengenai seperti apa solusi tersebut,” tambah Wolff.
































































































Beri Komentar