Rengekan ini disampaikan Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gilad Erdan dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang mengatakan, serangan Iran ke negaranya pada Sabtu (13/4) membuktikan bahwa Iran telah melampaui batas dan merupakan ancaman bagi perdamaian kawasan dan dunia.
Erdan menambahkan, serangan Iran terhadap Israel adalah eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta menjadi rambu bahaya atas peringatan-peringatan terdahulu yang diabaikan. Seolah Israel berusaha untuk menyadarkan dunia tentang potensi bahaya yang dimiliki Iran dan proksinya. Sungguh nyata kemunafikannya, jelas dunia tak akan lupa siapa yang melampaui batas sebenarnya. Dengan liciknya di akhir kalimat rengekannya, Israel mempertanyakan apa yang telah PBB lakukan untuk melindungi dunia dari Iran?
Seketika, selain 50 negara yang sudah mengutuk tindakan Iran, termasuk AS, G7 dan Uni Eropa, para pemimpin dunia yang lain seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengeluarkan pendapat tentang perlunya mencegah eskalasi di Timur Tengah dan mendesak pengekangan dan pengambilan keputusan rasional untuk menghindari ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah tersebut.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, mengatakan Timur Tengah berdiri di tepi tebing dan menyatakan harus menjauh serta menyerukan de-eskalasi dalam konflik antara Israel dan Iran. Hal ini ia bicarakan dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian dengan mengatakan Uni Eropa perlu memiliki hubungan terbaik dengan Iran meskipun ada sanksi yang dijatuhkan oleh blok tersebut terhadap Republik Islam atas sengketa program energi nuklirnya dan masalah lainnya.
Borrell juga mengatakan, Uni Eropa saat ini tidak mempunyai alasan untuk menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai organisasi teroris. Hal ini juga menanggapi permintaan Israel untuk menjatuhkan sanksi atas apa yang sudah dilakukan Iran, sebab dianggap IRGC ini memiliki program rudal Iran dan fix sebagai organisasi teroris.
Menilik Pengaruh Indonesia Mewujudkan De-eskalasi Iran-Israel
Sepertinya hanya akan menjadi angin lalu apa yang digagas Indonesia, terutama niatannya menjadi negara yang membawa perdamaian, sebab yang dihadapi adalah sistem global dimana semua negara sudah terikat,tunduk patuh kepadanya, terutama AS, Perancis, Inggris yang memang melestarikan keberadaan Israel demi kepentingan politik mereka.
Mereka tahu, Palestina sesungguhnya tak bisa dianggap remeh, apalagi di dalamnya terdapat tiga agama samawi yang berpengaruh saat ini, Islam, Kristen dan Yahudi. Kekuatan perubahan bisa bertitik tolak dari sana terlebih jika kaum muslim mendapatkan kesadaran penuh akan pentingnya perubahan, terlebih banyak ayat Alqur’an dan hadis yang menjadi landasannya. Jelas yang paling panik adalah pengusung sekulerisme, maka perlu Israel di “tanam” di tanah Palestina, setidaknya mampu menunda kemenangan kaum muslim barang sesaat meski itu hampir mustahil.
Islam Mewujudkan Perisai Hakiki
Suasana seolah berbalik, Israel dengan liciknya lempar batu sembunyi tangan, bak seorang pencuri tapi berteriak pencuri agar massa menghancurkan pihak yang dicuri.




















































































































Komentar Terbaru