UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Soal Tudingan Hasto Beri Rekaman Suara Jokowi, Roy Suryo: 100 Persen itu Suara Asli

Malahan karena pengin kelihatan (sok) ilmah, ada juga yg contohnya nekad atau ngawur asal mengambil dari DeepFake dan-atau ReFace, padahal samasekali jauh dari itu.

Faktanya, Suara yg rekaman yg aslinya berupa Video (hanya memang tayangan Visualnya sengaja tidak ditunjukkan kepada wartawan2 oleh Hasto dgn cara membalik Hp-nya kemarin) itu memang Asli 100% berasal dari suara Joko Widodo saat memberikan Sambutan dalam acara Rakornas Forkominda (Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) yg diselenggarakan di SICC (Sentul Internasional Conventuon Center), Sentul Selatan Kab Bogor pada hari Rabu 13/11/2019 lalu.

Durasi keseluruhan pidatonya saat itu adalah sepanjang 38-menit 53-detik sebagaimana bisa disaksikan secara utuh melalui Kanal resmi YouTube BPMI (Biro Pers Media & Informasi) Sekretariat Presiden : youtu.be/4m2iiJoZEWA? dan potongan asli kalimat sepanjang sekitar 40 detik tsb memang faktanya terdapat pada TCR 37’34” hingga 38’20” alias sesaat sebelum Joko Widodo mengakhiri sambutannya. Kenapa potongan kalimat ini masih bisa dikategorikan asli, karena memang tidak ada unsur editing didalamnya.

Definisi teknis tidak ada unsur editing ini menjadi krusial harus saya sampaikan disini karena masih banyak awam (atau juga yg “sok pakar”) tidak bisa membedakan antara proses “cut-to-cut” dengan yg sudah ada “inserting” (sisipan suara lain alias tambahan, atau bahkan ada “dubbing” (penggantian suara dari yg asli menjadi suara lain, bisa orang atau sumber lain, misalnya atmosphere).

Jadi selama potongan tsb hanya dicuplik dari rekaman aslinya saja tanpa disisipi atau ditambah2i unsur suara lain didepan, ditengah maupun dibelakangnya, maka meski sependek apapun rekaman tsb (dari panjang durasi aslinya) tetap masih memenuhi syarat teknis sebagai suara Asli, sebagaimana Potongan suara Joko Widodo dari Video keseluruhan yg sudah jelas bisa diidentifikasi keasliannya tsb.

Memang harus juga dimaklumi bahwa terkadang potongan Rekaman begini bisa menimbulkan perbedaan persepsi bagi yg mendengarnya, maka secara obyektif saya tampilkan secara utuh aslinya dan bahkan kesemuanya diberikan link lengkap agar bisa didengarkan langsung dan dimaknai masing2nya. Namun sekalilagi tetap harus difahami bahwa kalau memang Potongan tsb masih memenuhi kriteria Asli ya harus disebut sebagai Asli, bukan “Editing” apalagi dikatakan “Rekayasa” (sebagaimana komentar2 sok Pakar yg sekarang subur merebak di sosial media).

Kesimpulannya, selaku yg pernah mengajar matakuliah “Editing Elektronik” disamping banyak vak lainnya di ISI (Institut Seni Indonesia) selama 10 tahun 1984-2004, sebelum menjadi Anggota DPR & karir lainnya, saya merasa perlu utk meluruskan yg memang harus diluruskan dan mengkritik kalau jelas harus dikritik.

image_print
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.