Apabila terjadi, dirinya meminta seluruh umat Islam untuk mengganyang seluruh Pasukan Berani Mati Jokowi.
Hari yang dinanti pun tiba.
Namun, kawasan Patung Kuda yang menjadi lokasi aksi damai terlihat lengang sepanjang Minggu (22/9/2024).
Tidak terlihat adanya aksi damai Pasukan Berani Mati Jokowi sejak pagi hingga sore hari.
Rhoma Irama Keras ke Habib Rizieq Soal Pasukan Berani Mati Jokowi
Raja Dangdut, Rhoma Irama menyoroti seruan yang Habib Rizieq yang menyerukan kepada umat Islam, khususnya Laskar Islam untuk bersiaga menyambut kedatangan Pasukan Berani Mati Jokowi ke Jakarta.
Dalam seruannya, Habib Rizieq meminta umat Islam mengasah golok mereka.
Rhoma Irama secara tegas menyatakan tidak sependapat dengan Habib Rizieq.
Dirinya justru mempertanyakan kebenaran soal Pasukan Berani Mati Jokowi yang disebut Habib Rizieq adalah PKI.
“‘Asah parangmu! asah celuritmu! di sana ada PKI! Ayo para ulama-para kiai!’,” ujar Rhoma Irama menirukan kalimat Habib Rizieq dalam video yang diunggah akun TikTok @pressroomx.
Rhoma Irama justru mengungkapkan salah satu pemimpin PKI, yakni Musso atau Paul Mussotte bernama lengkap Muso Manowar merupakan sosok anak kiai.
Muso bahkan diketahui merupakan Ba’alwi atau Bani Alawi.
Ba’alwi adalah sekelompok keluarga yang menelusuri garis keturunan mereka dari Alawi bin Ubaidillah, cucu Imam Ahmad.
Ba’alwi adalah keturunan dari Hadhramaut, Yaman, yang telah menetap di Indonesia, India, dan Afrika.
Ba’alwi mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, namun klaim tersebut masih menjadi kontroversi. Beberapa hal yang menjadi kontroversi, di antaranya tidak adanya sumber kitab sejaman yang mencatat Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa.
Selanjutnya, tidak adanya kitab sezaman yang mencatat perpindahan Ahmad al-Muhajir bin Isa al-Rumi dari Basra ke Hadhramaut.
“PKI yang mana? Ketua Umum PKI itu Aidit. Ba’alwi, Muso? Ba’alwi,” tegas Rhoma Irama.
“PKI yang mana? justru negeri Yaman menurut berita yang tersiar di seluruh dunia adalah negara komunis satu-satunya di Timur Tengah. clear (jelas)?” ungkapnya.
Hal tersebut dibuktikan Rhoma Irama dengan sejumlah bukti.
Di antaranya pemalsuan kuburan, kemudian doktrin-doktrin sesat, kemudian orasi-orasi yang membakar dan mengadu domba.
“Maka, semakin hari kita semakin terang benderang melihat drama mau menguasai Indonesia, Innalillahi wainnailaihi rojiun,” ujar Rhoma Irama.
“Oleh karena itu, melalui podcast ini saya mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia, pribumi waspadai gerakan mereka yang clear bahwa Indonesia milik Aulia Tarim,” jelasnya.



















































































































Komentar Terbaru