Lalu, Kawakatsu menghina penjual sayur dengan menyebut tidak lebih pintar dari pegawai negeri sipil yang akan dilantiknya.
“Semua orang di sini (pegawai negeri yang dilantik) adalah orang yang cerdas. Tidak seperti mereka yang menjual sayur, memelihara sapi, atau menciptakan sesuatu,” katanya.
Di sisi lain, kontroversi Kawakatsu tidak hanya berhenti di situ saja dan berujung kritikan menyasarnya.
Sebulan sebelum mengejek penjual sayur, dia pernah membuat blunder dengan membuat pemeringkatan wilayah di Prefektur Shizuoka berdasarkan budaya.
Kebijakannya tersebut berujung kritikan karena dianggap tidak etis dan tidak menghargai keberagaman.
Tak sampai disitu, Kawakatsu juga pernah diminta mundur sebagai gubernur setelah mengejek Kota Gotemba di Shizuoka.
Adapun ejekannya yaitu mengatakan Kota Gotemba cuma memiliki koshihikari (sejenis beras) sebagai makanan sehari-hari.
Dikutip dari NHK, Kawakatsu akhirnya mempercepat pengunduran dirinya menjadi 10 April 2024 tanpa menunggu sidang etik terlebih dahulu.
“Saya mengajukan pengunduran diri hari ini untuk memperpendek masa jabatan di pemerintahan prefektur,” katanya saat itu dalam sebuah konferensi pers


















































































































Komentar Terbaru