Jika dari pendapatan bersih BUMN dialokasikan sebesar 2,5 persen saja maka CSR BUMN secara keseluruhan dapat mencapai 9 triliun rupiah. Ini adalah angka yang sangat besar dalam usaha mendukung ekonomi masyarakat bawah.
Namun masih sangat sulit mendapatkan laporan resmi kepada siapa, di mana, berapa CSR BUMN yang telah disalurkan. Meskipun ini adalah era digitalisasi dan transparansi, yang sangat memungkinkan bagi masyarakat untuk dapat mengakses CSR BUMN dan melaporkan penggunaannya serta impact-nya kepada ekonomi komunitas.
Kebijakan lanjutan Prabowo tentu dapat mengintegrasikan potensi CSR BUMN ini. Untuk itu, hari ini kami akan mendiskusikan dengan teman-teman gerakan pemuda dan mahasiswa GPII yang sejak lama menaruh perhatian atas masalah ini. Ada masukan?
(Penulis adalah Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)
Courtesy: Media
































































































Beri Komentar