UPDATE

OPINI
OPINI

Ramadhan Datang, Kenaikan Harga Terus Berulang

1. **Meningkatkan produksi dalam negeri**, dengan memberikan dukungan penuh kepada para petani dan produsen lokal, baik dalam bentuk subsidi, penyediaan infrastruktur pertanian, maupun teknologi yang memadai.

2. **Mengelola rantai distribusi secara adil**, sehingga tidak ada permainan harga dan barang kebutuhan pokok dapat tersebar merata ke seluruh masyarakat.

3. **Melarang praktik penimbunan dan spekulasi harga**, serta menindak tegas pelaku kartel dan mafia pangan yang menyebabkan kelangkaan barang di pasar.

4. **Menjaga stabilitas harga** dengan mekanisme intervensi negara yang sesuai syariat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.

5. **Menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat**, dengan sistem ekonomi yang berbasis keadilan dan distribusi kekayaan yang merata, sehingga daya beli rakyat tetap stabil dan mereka tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak terkendali.

Dengan menerapkan sistem ekonomi Islam, kenaikan harga yang berulang setiap menjelang Ramadhan tidak akan terjadi. Negara akan bertindak sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar regulator yang lemah dalam menghadapi mafia pangan. Inilah yang seharusnya menjadi perhatian umat Islam, bahwa satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.

Saatnya umat menyadari bahwa fenomena ini bukan sekadar masalah teknis pasar, tetapi merupakan akibat dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme yang tidak berpihak pada rakyat. Solusinya bukan dengan sekadar subsidi atau operasi pasar sesaat, tetapi dengan perubahan sistemik menuju ekonomi Islam yang benar-benar menyejahterakan seluruh rakyat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

image_print
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.