Kepercayaan investor ikut tergerus. Investor yang dulu melihat BUMN sebagai tempat aman berinvestasi sudah menarik diri. Kegagalan BUMN membayar utang tak hanya merusak reputasi emiten, tapi juga mengancam stabilitas pasar keuangan. Efek dominonya bisa merembet ke sektor perbankan yang memberikan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan ini.
Pemerintah tak mungkin menyelamatkan BUMN karya dengan skema dana talangan karena akan menambah beban fiskal. Di tengah pemangkasan anggaran, seretnya penerimaan pajak, dan kondisi ekonomi global yang tak menentu, bailout hanya akan makin memperburuk kepercayaan publik terhadap kredibilitas manajemen keuangan Indonesia.
Presiden Prabowo tak punya pilihan selain sadar akan keadaan genting ini. Slogan “keberlanjutan” dan persekutuannya dengan Jokowi membuat ia kini terjepit. Prabowo mesti berpikir ulang untuk mewujudkan program prioritas yang membutuhkan anggaran besar. Saatnya ia menata ulang banyak aspek akibat kerusakan yang dibuat panutannya: Joko Widodo.





























































































Beri Komentar