Yayat Sudrajat mengutip, opini Kunto Arif Wibowo, “Provokasi bisa dilakukan melempar isu tanpa identitas atau semacam surat kaleng.
“Dibuat dalam bentuk spanduk atau poster atau unggahan di media sosial yang kemudian diviralkan, maka provokasi tak bisa diabaikan.”
“Efeknya pada publik akan bervariasi. Wilayah provokasi memang masuk ke daerah ini, memanas-manasi.”
“Provokasi dan geliat komunikasi politik yang kini sudah menjurus ketidaketisan, harus menjadi perhatian.”
“Provokasi politik menunjukkan secara kuat bahwa iklim demokrasi dan komunikasi politik yang masih membutuhkan terapi.”
“Terapi diperlukan karena pelaku politik masih rendah dan minim dalam pendidikan politik.”
“Pendidikan politik tidak berjalan baik karena lembaganya sendiri yang memang tidak mau atau tidak serius melakukan.”
“Kita tidak mempersoalkan siapapun yang bertarung dan siapapun kontestan. Selagi memenuhi syarat, silahkan turun ke gelanggang.”
“Mau main jujur? Bagus dan memang harus begitu. Mau main curang? Ada aturan yang akan membatasi.”
“Ketika permainan curang tersebut sudah membuat penonton heboh atau bahkan membuat penonton menjadi resah dan tidak nyaman.”
Maka “terapi” khusus harus diterapkan. Aturan hukum akan jadi acuan dan TNI siap tampil sebagai pengawal pada proses itu.”
“Empat bulan kemudian, 21 Agustus 2023, Kunto Arif Wibowo dicopot dari Pangdam III/Siliwangi,” ujar Yayat Sudrajat.
“Padahal Kunto Arif Wibowo disayangi masyarakat di Provinsi Jawa Timur, karena humanismenya sangat baik,” ungkap Yayat Sudrajat.
Yayat Sudrajat, peringatkan Prabowo Subianto, ekstra hati-hati hadapi manuver pihak tertentu di luar agenda Presiden yang tengah menjabat.
Yayat Sudrajat curiga ada bisikan dari luar mencopot Kunto Arif Wibowo tanpa persetujuan Presiden Prabowo Subianto sebagai Panglima Tertinggi.
Rocky Gerung, mengatakan, Agus Subiyanto, Maruli Simanjuntak dan Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, merupakan Geng Solo, manut pada Joko Widodo.
“Bersihkan Geng Solo Pemerintahan Prabowo Subianto, Presiden,” kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung, menilai, pencopotan Kunto Arif Wibowo dan kemudian anulir pencopotan Pangkogawilhan I, berkaitan situasi politik terakhir.
Kunto Arif Wibowo, salah satu anak Jenderal (Purn) Try Sutrisno (89 tahun), Wakil Presiden, 1993 – 1998.
Try Sutrisno, bagian dari ratusan jenderal purnawirawan mengeluarkan 8 tuntutan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Try Sutrisno motor penggerak purnawirawan 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal dan 91 kolonel.
Kelompok purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tandatangan 8 tuntutan kepada Presiden Prabowo Subanto, Kamis, 17 April 2025.



















































































































Komentar Terbaru