UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Israel Serang Puluhan Diplomat Asal Eropa, Arab, dan Asia yang Sedang Berkunjung ke Tepi Barat

Simon Harris, menteri luar negeri Irlandia, mengatakan”Saya terkejut dan terperangah,” seraya mencatat bahwa dua diplomat Irlandia yang bermarkas di Ramallah di Tepi Barat berada dalam kelompok tersebut. Ini sama sekali tidak dapat diterima dan saya mengutuknya dengan keras.”

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan negaranya juga telah memanggil duta besar Israel di Madrid.

“Kami menuntut kejelasan dan akuntabilitas,” imbuhnya.

Irlandia dan Spanyol merupakan dua negara dengan suara pro-Palestina terkuat di Uni Eropa dan telah menyerukan diakhirinya perang Israel di Gaza dan penderitaan penduduk di daerah kantong tersebut dan di Tepi Barat.

Pemerintah Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menuntut penjelasan, dengan mengatakan wakil konsulnya termasuk di antara mereka yang menjadi sasaran.

Duta Besar Israel untuk Italia akan dipanggil ke Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional untuk memberikan penjelasan.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan, melepaskan tembakan peringatan sekalipun tidak dapat diterima.

Sehari sebelumnya, ia mengatakan bahwa blok yang beranggotakan 27 negara itu sedang meninjau kembali perjanjian perdagangannya dengan Israel karena situasi “bencana” di Gaza.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania juga mengutuk “dengan kata-kata yang paling keras.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyerukan “kepada masyarakat internasional dan Dewan Keamanan untuk segera menghentikan pelanggaran Israel terhadap warga sipil dan misi diplomatik”.

Jenin – bersama dengan Tulkarem dan Nur Shams – telah menjadi fokus utama operasi militer Israel berskala besar di Tepi Barat utara sejak Januari.

Sejak saat itu, pasukan Israel telah mempercepat proses pemindahan paksa massal, penghancuran rumah, dan penangkapan massal warga Palestina yang sudah berlangsung.

Sekitar 40.000 warga Palestina masih mengungsi di Tepi Barat utara, menurut Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.