Para pakar asing mengatakan kapal perusak tersebut kemungkinan dibangun dengan bantuan Rusia. Sementara kekuatan Angkatan Laut Korea Utara dianggap lebih rendah daripada Korea Selatan, para analis masih memandang kapal perusak tersebut sebagai ancaman keamanan yang serius, karena dapat meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif negara tersebut.
Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Kim Jong-un mempercepat pengembangan program nuklir dan misilnya serta memasok senjata dan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina.
Amerika Serikat, Korea Selatan, dan sekutu mereka telah menyatakan kekhawatiran bahwa Moskow dapat membalas budi dengan menyediakan teknologi senjata canggih bagi Korea Utara, yang selanjutnya meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir dan misilnya.
Banda Aceh
09.00 WIB
28 °C
Berawan
Kota Langsa
09.00 WIB
27 °C
Berawan
Aceh Selatan
09.00 WIB
26 °C
Cerah Berawan
Aceh Tenggara
09.00 WIB
24 °C
Berawan
Bali
10.00 WITA
29 °C
Cerah Berawan
Banten
09.00 WIB
28 °C
Berawan
Bengkulu
09.00 WIB
29 °C
Berawan
DI Yogyakarta
09.00 WIB
30 °C
Cerah
Jakarta Pusat
09.00 WIB
32 °C
Berawan
Jambi
09.00 WIB
28 °C
Berawan
Kalimantan Barat
08.00 WIB
25 °C
Berawan
Kalimantan Selatan
11.00 WITA
31 °C
Cerah
Kalimantan Timur
10.00 WITA
31 °C
Berawan
Kalimantan Utara
11.00 WITA
30 °C
Cerah
Kalimantan Tengah
08.00 WIB
26 °C
Udara Kabur
Lampung
09.00 WIB
29 °C
Berawan
Nusa Tenggara Barat
10.00 WITA
32 °C
Cerah
Palu
10.00 WITA
29 °C
Cerah
Pangkal Pinang
09.00 WIB
29 °C
Cerah Berawan
Riau
09.00 WIB
26 °C
Berawan
Sumatera Selatan
09.00 WIB
28 °C
Cerah
Sumatera Utara
10.00 WIB
28 °C
Berawan
Sumatera Barat
09.00 WIB
26 °C
Cerah Berawan
Kepulauan Bangka Belitung
09.00 WIB
29 °C
Cerah Berawan
Kepulauan Riau
09.00 WIB
29 °C
Berawan
Jawa Barat
09.00 WIB
26 °C
Berawan
Jawa Tengah
09.00 WIB
32 °C
Cerah Berawan
Jawa Timur
08.00 WIB
31 °C
Cerah
Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
Komentar Terbaru