“Tujuan utama kami adalah memastikan lulusan tidak hanya adaptif di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah global,” pungkas Taufiq.
Departemen ini juga terus mengintegrasikan isu-isu pembangunan berkelanjutan (SDG’s) dalam kurikulum dan risetnya, memastikan lulusan memiliki pemahaman mendalam serta kemampuan untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan global.
Departemen Ekonomi Pembangunan merupakan salah satu departemen di bawah FEB USK, yang berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang ekonomi pembangunan dan ekonomi Islam.
Departemen ini memiliki tiga jenjang pendidikan – Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) – yang kesemuanya telah terakreditasi Unggul. Departemen ini berkomitmen mencetak lulusan berkualitas tinggi yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi dan pembangunan nasional maupun global.
Rektor USK, Prof Marwan, mengaku salut atas capaian Departemen Ekonomi Pembangunan. Hal ini diharapkan menjadi teladan bagi departemen lain di lingkungan kampus terbaik di ujung barat Indonesia itu.
“Departemen Ekonomi Pembangunan mengajarkan kita semua hal penting, bahwa sejarah besar mesti ditopang dengan prestasi dan kemampuan membaca zaman. Dan mereka telah membuktikannya dengan prestasi. Bagaimanapun, sejarah USK tidak lepas dari Departemen Ekonomi Pembangunan,” tutur Rektor.
Merujuk pada laman resmi baik Program Studi Ekonomi Pembangunan maupun situs FEB, Ekonomi Pembangunan merupakan program studi atau jurusan tertua di USK. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Nomor 3328/S/1959, Fakultas Ekonomi kemudian diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959.[]
















































































































