Dan jika hari ini republik ini terus dibajak oleh elite politik, maka satu-satunya jalan ialah membajaknya kembali. Bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi demi mengembalikan hak rakyat untuk bermimpi secara utuh, bukan hanya lewat fiksi.
Jika simbol negara tak lagi mampu membakar semangat, maka rakyat akan menciptakan simbolnya sendiri. Jika Merah Putih terus dipakai untuk membungkus kebohongan, maka jangan heran jika bendera Topi Jerami dikibarkan sebagai lambang perlawanan baru.
Bukan karena kita lebih mencintai Negeri Asing daripada Indonesia. Tapi karena kita “muak” dengan pengkhianatan yang berseragam nasionalisme.
Epilog: Menuju Kemerdekaan Republik yang Sejati
Suatu hari nanti, anak-anak akan bertanya: “Apa makna kemerdekaan?” Dan jika jawabannya masih seputar upacara dan angka statistik, maka republik ini belum benar-benar bebas.
Mungkin kemerdekaan sejati hanya akan tiba ketika rakyat berhenti tunduk, dan mulai menjadi bajak laut dalam republiknya sendiri. Bukan perampok, tapi pemberontak terhadap sistem yang telah kehilangan nurani.
Dan mungkin, One Piece bukan sekadar harta. Ia adalah simbol tentang sebuah dunia yang bisa dibayangkan kembali -lebih adil, lebih bebas, dan lebih jujur daripada negeri bernama Indonesia hari ini.
Republik yang dibajak harus direbut kembali. Dan benderanya.. mungkin tak selalu harus merah putih karena terlalu mulia dikibarkan oleh perampok-perompak negara.

















































































































Komentar Terbaru