UPDATE

NASIONAL

5 Nelayan Aceh Dipulangkan dari Thailand, Tiba di Medan

BANDA ACEH – Lima nelayan asal Aceh Timur yang sebelumnya ditahan pemerintah Thailand akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman menginformasikan bahwa kelima nelayan tersebut telah mendarat di Bandara Kualanamu, Medan, pada Rabu (3/9/2025) pukul 14.50 WIB atau sore hari.

Kelima nelayan yang dipulangkan adalah: Dedi Saputra, Muklis, Muhammad Fajar, Maiyeddin, dan Safriadi. Selanjutnya mereka langsung dijemput di bandara untuk diberangkatkan menuju Aceh Timur.

“Pemulangan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kedutaan Besar RI di Bangkok,” jelas Aliman.

Kronologi kejadian bermula saat 18 nelayan Aceh Timur berlayar menggunakan dua kapal, KM Jasa Cahaya Ikhlas dan KM New Rever, memasuki wilayah perairan Thailand. Mereka sedang mencari ikan di perbatasan ketika kapal mereka dihentikan oleh aparat patroli maritim Thailand.

Sesampainya di Kualanamu, para nelayan disambut oleh Kepala Perwakilan Aceh di Medan, didampingi Ditjen Perikanan Tangkap KKP, Kepala Stasiun PSDKP Belawan, serta perwakilan Pemkab Aceh Timur.

Proses serah terima dilakukan oleh perwakilan KBRI Thailand kepada Stasiun PSDKP Belawan, sebelum dipulangkan ke Aceh Timur oleh Pemkab setempat.

Sementara itu, 13 nelayan lainnya masih menjalani proses hukum di Thailand dan diperkirakan akan dibebaskan pada 5 Desember 2025.

Pemerintah Aceh bersama pihak terkait telah menyiapkan bantuan bagi para nelayan, berupa dukungan moral, bantuan sosial, dan pendampingan.

Kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi nelayan Aceh mengenai pemahaman batas wilayah perairan dan kepatuhan terhadap hukum internasional, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Beri Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.