Sebelum putusan tersebut, Thaksin tiba di pengadilan bersama keluarganya, termasuk dua anaknya, Pintongta Shinawatra, dan mantan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra , yang dicopot dari jabatannya bulan lalu setelah pengadilan memutuskannya bersalah atas pelanggaran etika karena panggilan telepon yang membahayakan secara Politik dengan Presiden Senat Kamboja Hun Sen.
Paetongtarn berbicara kepada wartawan setelah putusan tersebut, berterima kasih kepada raja atas keringanan hukuman Thaksin. Ia mengatakan Thaksin akan tetap menjadi pemimpin spiritual dalam politik Thailand dan bahwa ia selalu berpikir untuk bekerja demi kebaikan negara dan rakyat Thailand.
“Saya khawatir dengan ayah saya, tetapi saya juga bangga beliau telah menciptakan begitu banyak momen bersejarah bagi negara ini,” ujarnya. “Memang cukup berat, tetapi tentu saja kami masih dalam semangat yang baik, baik ayah saya maupun keluarga kami.”
Thaksin menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2001 hingga kudeta militer menggulingkannya pada tahun 2006 saat ia berada di luar negeri.
Penggulingannya memicu polarisasi politik yang mendalam selama hampir dua dekade, mengadu para pendukungnya melawan para penentangnya, termasuk penduduk kota yang lebih kaya, pendukung setia kerajaan, dan militer. Ia sempat kembali pada tahun 2008 untuk menghadapi dakwaan, tetapi ia melarikan diri dengan jaminan dan kembali melarikan diri ke luar negeri, memulai pengasingan yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Setelah meninggalkan jabatannya, ia menghadapi serangkaian tuntutan hukum dan tuntutan pidana yang ia klaim bermotif politik.
Bulan lalu, pengadilan pidana membebaskannya dari tuduhan pencemaran nama baik kerajaan , suatu pelanggaran yang juga dikenal sebagai lese-majeste, yang dapat mengakibatkan hukuman penjara 15 tahun.
Perlu diketahui, kabar ini juga menjadi perhatian publik Indonesia karena Thaksin merupakan dewan penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Dia ditunjuk Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025 lalu.
Danatara sendiri adalah lembaga keuangan negara yang mengelola, mengonsolidasi, dan mengoptimalkan aset negara guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.


















































































































Komentar Terbaru