Dituding Miliki Koneksi ke Percetakan di Pramuka
Sri Radjasa juga menyoroti rekam jejak masa lalu Paiman Raharjo, yang disebut-sebut pernah memiliki kios percetakan di kawasan Pasar Jalan Pramuka, Jakarta Timur, antara tahun 2011 hingga 2014. Informasi ini diperoleh dari sejumlah pengakuan pelaku usaha percetakan di wilayah tersebut.
Beathor Suryadi, kader senior PDIP, sebelumnya menyebut bahwa dokumen ijazah Jokowi diduga dicetak di kawasan Pramuka, merujuk pada keberadaan tempat-tempat percetakan yang menjadi sorotan dalam polemik ini.
Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti hukum yang secara langsung mengaitkan Paiman dengan proses pencetakan ijazah yang diduga tidak otentik tersebut.
Pernyataan Paiman Perlu Dipertanggungjawabkan
Dalam pesannya kepada Roy, Paiman juga mengklaim pernah melihat ijazah asli Jokowi, dan menyebut dokumen tersebut sama dengan yang lainnya. Pernyataan ini, menurut Sri Radjasa, harus dapat dibuktikan secara hukum.
“Jika Paiman benar-benar telah melihat dokumen asli, maka ia memiliki kewajiban hukum untuk membuktikan keasliannya, terutama di tengah keraguan publik yang kian menguat,” tambahnya.
Said Didu Singgung Dugaan Keterlibatan Paiman Raharjo
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu juga mengungkap dugaan keterlibatan Paiman.
Dia menuliskan kalimat seorang profesor yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri dan kini menjadi rektor universitas, dalam kasus dugaan ijazah palsu milik Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) @msaid_didu, pada Senin, 23 Juni 2025.
“Saya dapat info dari Pak Roy Suryo bahwa ada Profesor mantan Wamen yang saat ini masih Rektor patut diduga sebagai salah satu otak pembuatan ijazah Mulyono dari Universitas Pojok Pramuka,” tulis Said Didu.
Istilah “Universitas Pojok Pramuka” merujuk pada dugaan percetakan ijazah palsu di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Pusat.***





























































































Beri Komentar