UPDATE

NASIONAL

Diduga Jadi Pelaku Pembunuhan Karyawati Koperasi, Rumah Nasabah PNM Roboh Diamuk Massa

Terakhir, Hijrah diketahui sedang menagih ke rumah salah satu nasabah.

Lokasi penemuan tak jauh dari tempat tersebut, masih berada di wilayah Desa Sarjo.

Isi Chat Korban Sebelum Hilang

Sebelum ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 20 September 2025, HJ ternyata berkomunikasi dengan atasannya melalui pesan WhatsApp.

Berikut petikan percakapan Hj dengan atasannya yang tersebar di media social:

HJ (21.40):  “Oh iya.”

Atasan (21.55):  – Panggilan suara (tidak dijawab)   “Hijrah. Di mana sudah kamu?”  – “Hati-hati ya.”

HJ (21.56):  “Jangan ditelepon Bu, karena sementara dia bonceng saya, nanti dia curiga.”  “Bu, doakan saya.”  “Dari tadi tidak ada rumah yang dilewati.”  “Baru jalan ada jaringan di sini.”

Atasan (21.56):  “Iya hati-hati.”  “Berdoa.”

HJ (21.57):  “Aduh, saya takutnya ini orang dendam.”

Atasan (21.57):  “Beh, jangan dipikir begitu.”

Tak lama setelah percakapan itu, komunikasi dengan HJ terputus sekitar pukul 22.00 WITA. 

Upaya keluarga dan rekan kerja untuk menghubunginya tidak berhasil.

Hingga akhirnya, dua hari kemudian, jasad HJ ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. 

Sosok Hijrah

Hijrah (19), pegawai jasa keuangan koperasi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditemukan tewas mengenaskan.

Korban ditemukan di kebun kelapa miliki warga di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (20/9/2025) pagi. 

Korban adalah warga Desa Maponu, Kecamatan Sarjo.

Ia sempat menghilang usai berpamitan menagih nasabahnya di Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, pada Kamis, (18/9/2025) malam.

Kabar kematian Hijrah bukan hanya mengguncang keluarganya.

Rekan-rekan kerja turut kehilangan sosok yang dikenal pendiam, ramah, dan tak pernah keberatan jika dimintai bantuan.

Korban diketahui sudah hampir satu tahun bekerja di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lalombi, Sulawesi Tengah.

Hijrah selama ini tinggal bersama neneknya di Desa Maponu, tak jauh dari tempat ia bekerja.

Sejak orangtuanya bercerai dan membina rumah tangga baru masing-masing, ia tumbuh dalam asuhan sang nenek yang kini telah renta dan pikun.

Sepupunya, Fini, menyebut Hijrah sebagai cucu yang penuh tanggung jawab.

“Dia itu anak baik. Neneknya sudah sakit-sakitan, dan selama ini dirawat sama Hijrah,” tutur Fini dengan mata berkaca-kaca.

Meski sibuk bekerja, Hijrah tetap menyempatkan diri pulang setiap Minggu dan malam Senin.

Hari-hari lainnya ia habiskan bekerja di lapangan, menagih ke rumah-rumah nasabah koperasi.

“Tapi sejak kerja di PNM, Hijrah hanya bisa pulang hari Minggu dan malam Senin. Sisanya, ia sibuk bekerja untuk menghidupi diri dan membantu neneknya,” tutur Fini dengan suara bergetar.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.