BANDA ACEH – Pihak kepolisian sudah mengamankan terduga pelaku pembunuhan terhadap Hijrah pegawai di PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat,Adapun terduga pelaku tengah menjalani pemeriksaan dan belum ditetapkan status sebagai tersangka.
Aksi pembunuhan tersebut membuat warga dan keluarga korban geram terhadap pelaku.
Bentuk kegeraman dilakukan dengan membongkar rumah milik terduga pelaku.
Rumah yang berada di jalan poros tepatnya di Desa Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat itu Nampak dibongkar dindingnya, mulai area depan hingga belakang oleh warga.
Pembongkaran ini dilaksanakan sekitar pukul 15:00 WITA.
Nampak warga membongkar rumah itu menggunakan balok kayu dan besi.
“Sudah tidak ada penghuninya, rumah sudah dikosongkan,” celetuk seorang warga di lokasi melansir dari Tribunsulbar.com, Minggu (21/9/2025).
Termasuk barang di dalam rumah juga telah dikosongkan.
Terlihat warga sekitar menonton pembongkaran rumah tersebut.
Untuk mempermudah pembongkaran, warga dan keluarga korban akan menggunakan truk untuk menarik pondasi rumah agar lebih mudah dibongkar.
Pria yang diduga sebagai pelaku saat ini masih berada di Kantor polisi menjalani pemeriksaan.
Termasuk istrinya yang juga nasabah korban.
Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka.
Terduga Membantah
istri terduga, berinisial N, yang ditemui di Polsek Bambalamotu memberikan bantahan.
Ia menyebut kabar beredar bahwa suaminya membonceng korban ke kebun tidak sepenuhnya benar.
Menurut pengakuannya, malam itu memang benar suaminya keluar rumah untuk mencari tambahan uang setoran.
Tetapi, ia menegaskan suaminya hanya pergi seorang diri menggunakan motor pribadinya.
“Suami saya keluar sendiri. Sementara korban juga masih di rumahnya. Tidak lama kemudian, korban keluar sambil mengangkat telepon dan pergi dengan motornya sendiri,” ujar N.
Tak lama setelah itu, lanjut N, suaminya kembali membawa uang setoran dan sempat menanyakan keberadaan korban. Namun, saat itu korban sudah tidak ada di rumah.
“Suami saya tanya korban di mana, tapi korban juga keluar dan sampai sekarang belum kembali,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan HJ (19), pegawai sebuah koperasi BUM di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ditemukan tak bernyawa di sebuah kebun kelapa milik warga di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Sabtu pagi (20/9/2025).
Saat ditemukan, korban dalam keadaan hanya mengenakan pakaian dalam.
Sedangkan seragam kerjanya terlilit di leher.
Penemuan ini hanya berselang sehari setelah ia dilaporkan hilang kontak oleh rekan kerjanya.
















































































































Komentar Terbaru