JANTHO – Menyiapkan amal menuju akhirat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan rumah tangga. Sebagai suami, kewajiban utama bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga berbakti kepada orang tua, mendidik istri dan anak agar taat kepada Allah. Sebagai anak, kewajibannya berbakti kepada orang tua, tidak melupakan jasa dan pengorbanan mereka.
Ketua Dewan Pengrus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (DWP BKPRMI) Aceh, Ustaz Dr. Tgk. Mulia Rahman, MA akan menyampaikan hal itu dalam khutbah Jumat di Masjid Abu Indrapuri, Gampong Sinyeu, Kecamatan Indrapuri, 3 Oktober 2025 bertepatan dengan 11 Rabiul Akhir 1447 H.
Karena itu, Ustaz Mulia Rahman mendorong jamaah untuk menyiapkan bekal sejak sekarang. Jagalah diri dan keluarga, sebagaimana firman Allah Swt: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Menurutnya, banyak laki-laki terjerumus dalam siksa kubur dan neraka karena kelalaian dalam rumah tangga. Fenomena hari ini bisa kita saksikan dengan jelas. Banyak suami yang setelah berumah tangga lebih mementingkan istri dan anak, sementara orang tua dilupakan. Anak dan istri diberi makanan enak, tetapi orang tua tidak diperhatikan.
Orang tua bahkan ada yang dimasukkan ke panti jompo, hingga air mata mereka terus mengalir. Setelah orang tua meninggal, anak jarang menziarahi kubur untuk mendoakan mereka. “Padahal, ziarah kubur memiliki hikmah besar, yaitu melembutkan hati, menumbuhkan kesadaran akan kematian, serta menjadi momen terbaik untuk berdoa bagi orang tua,” ungkapnya.
Ustaz Mulia Rahman menguraikan, sebagai suami, tanggung jawab besar adalah mendidik istri agar taat pada Allah, menjaga aurat, berbicara dengan santun, serta memelihara amanah saat suami tidak di rumah. Sebagai ayah, kewajiban mendidik anak tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu. Ada hak-hak anak yang wajib dipenuhi ayah, yaitu memberikan nama yang baik, memilihkan ibu yang baik, dan mengajarkan Al-Qur’an.
Sayangnya, tambah Ustaz Mulia Rahman, banyak ayah yang abai. Anak diantar ke sekolah oleh ojek daring, bukan oleh ayah sendiri. Padahal, doa seorang ayah ketika melepas anak sangat berarti: “Allahumma faqqihhu fiddin wa a’llimhuttakwil” (Ya Allah, berilah ia pemahaman dalam agama dan ajarkanlah tafsir Al-Qur’an kepadanya).
“Kurangnya kasih sayang seorang ayah sering membuat anak, khususnya perempuan, mencari perhatian di luar rumah hingga terjebak dalam pergaulan bebas,” tegasnya.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu berkomunikasi dengan anak: menanyakan bagaimana sekolahnya, hendak ke mana ketika keluar rumah, dengan siapa ia pergi, dan kapan akan pulang.















































































































