BANDA ACEH – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh menggelar prosesi wisuda bagi 37 lulusan pada Selasa, (28/10/2025), bertempat di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh.
Acara berlangsung khidmat, dihadiri oleh civitas akademika, orang tua mahasiswa, serta berbagai tamu kehormatan dari dunia pendidikan dan mitra kampus.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut pihak Yayasan Tgk. Chik Pante Kulu, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh yang diwakili oleh Wakil Koordinator Dr. Ismail Anshari, M.A, serta Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Hasbi Amiruddin, M.A.
Pada momen istimewa itu, Dr. Miswar, M.Ag, dosen STAI Tgk. Chik Pante Kulu yang baru saja meraih gelar doktor di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, tampil menyampaikan orasi ilmiah bertema “Identitas Guru Profesional yang Melangit.”
Dalam orasinya, Dr. Miswar mengajak para lulusan untuk memahami makna guru sejati di tengah perubahan zaman yang cepat. Menurutnya, dunia kerja kini menuntut tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat profesionalisme tinggi.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter, penyampai nilai, dan fasilitator pembelajaran sepanjang hayat. Membentuk identitas guru adalah perjalanan panjang dengan komitmen dan integritas yang kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, seorang guru harus memiliki empat kompetensi utama sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Guru tidak cukup hanya tamat dari pendidikan keguruan, tetapi perlu terus meningkatkan profesionalismenya dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.
“Menjadi guru profesional bukan sekadar memiliki gelar atau sertifikat, tetapi juga kemauan untuk terus belajar dan mengasah diri. Guru profesional tidak hanya mengajar untuk hari ini, tetapi mendidik untuk masa depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Miswar menjelaskan bahwa guru profesional yang “melangit” adalah mereka yang menjadikan profesinya sebagai ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. Ia menyebut, guru seperti ini menyadari bahwa mengajar adalah amanah Ilahi, menyampaikan cahaya ilmu dari Tuhan kepada manusia.
“Guru yang melangit tidak sombong atas ilmunya, karena sadar bahwa mengajar adalah zikir, dan membimbing adalah doa,” tuturnya penuh makna.
Dalam penutup orasinya, Dr. Miswar menyerukan pentingnya kolaborasi antara guru, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, guru profesional adalah jembatan emas antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Guru adalah pilar peradaban. Di tangan guru profesional, generasi masa depan dibentuk. Dunia terus berubah, tetapi nilai iman, takwa, dan semangat belajar tidak akan pernah usang,” pungkasnya.
Sebelumnya sambutan dari pihak yayasan dan Kopertais yang memberikan apresiasi atas komitmen STAI Tgk. Chik Pante Kulu dalam mencetak lulusan berdaya saing dan berakhlak mulia, apalagi dibawah kepemimpinan ketua yang baru saja dilantik, Dr. Sarina Aini, Lc.,MA.,PhD, semakin meneguhkan semangat para wisudawan dan sivitas akademika untuk terus berkarya di masa depan.
Prosesi kemudian diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada lulusan terbaik, foto bersama, dan doa bersama.
Melalui wisuda kali ini, STAI Tgk. Chik Pante Kulu Banda Aceh menegaskan perannya sebagai kampus Islam yang berkomitmen melahirkan sarjana berilmu, berkarakter, dan berjiwa pengabdian bagi kemajuan umat dan bangsa. (*)
















































































































