UPDATE

NASIONAL
NASIONAL

Kemenag Tekankan Tiga Aspek Utama bagi Nazhir Profesional

JAKARTA – Upaya mencetak Nazhir wakaf yang profesional terus dilakukan pemerintah. Dalam pembukaan asesmen calon Nazhir Wakaf Skema 2 di Vertu Harmoni Hotel Jakarta, Selasa (28/10/2025),

Kasubdit Bina Kelembagaan Zakat dan Wakaf pada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhibuddin, S.Fil.I., M.E., menegaskan bahwa seorang Nazhir profesional harus memenuhi tiga aspek utama: kompetensi, integritas, dan kolaborasi.

“Aspek pertama adalah memiliki kompetensi. Seorang Nazhir harus mampu menjalankan tugasnya dengan mengandalkan pengetahuan, keterampilan, dan keahliannya untuk mencapai target-target kenazhiran. Ia dituntut tidak hanya menjaga aset wakaf, tetapi juga mampu mengembangkan dan memberdayakannya agar memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat,” jelas Muhibuddin.

Lebih lanjut, Muhibuddin menegaskan bahwa aspek integritas menjadi pondasi moral yang tak kalah penting.

“Nazhir yang berintegritas berarti memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen tinggi dalam mengelola harta wakaf. Ia tidak boleh tergoda untuk menyimpang dari prinsip amanah, karena setiap rupiah dari harta wakaf adalah titipan yang harus dijaga dan dikelola secara transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Sedangkan aspek ketiga adalah kolaborasi atau sinergi, yang menurutnya menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem wakaf nasional.

“Nazhir tidak bisa berjalan sendiri. Ia perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak—mulai dari pemerintah, lembaga keuangan syariah, akademisi, hingga masyarakat—agar pengelolaan wakaf dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” tambah Muhibuddin.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. H. Tatang Astarudin, M.Si., mengingatkan para peserta asesmen calon Nazhir Wakaf agar benar-benar memanfaatkan kesempatan baik ini dengan sebaik-baiknya.

“Sertifikat kompetensi bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah bagaimana seorang Nazhir memiliki pengetahuan, sikap, dan integritas yang dibutuhkan untuk menjalankan amanah wakaf secara profesional dan penuh tanggung jawab,” tegas Prof. Tatang.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Agama RI atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan asesmen calon Nazhir Wakaf ini.

“Kerja sama antara BWI dan Kemenag merupakan contoh nyata dari kolaborasi dan sinergi yang baik dalam upaya melahirkan Nazhir-Nazhir profesional di Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan asesmen calon Nazhir Wakaf Skema 2 ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mencetak Nazhir yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf yang produktif.

image_print

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.