UPDATE

ACEH
ACEH

Penurunan Angka Stunting di Aceh Tunjukkan Tren Positif, Masih Butuh Percepatan Capai Target Nasional

BANDA ACEH – Upaya penurunan angka stunting di Aceh menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, meski masih perlu percepatan agar dapat mencapai target nasional.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Aceh tercatat sebesar 28,6 persen, atau setara dengan satu dari tiga anak yang masih mengalami kekurangan gizi kronis.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Natassya Phebe, Nutrition Officer UNICEF Aceh, di Banda Aceh, Selasa (21/10/2025), dalam acara dialog RRI bertajuk “Peduli Pencegahan Stunting Menurut Islam.”

“Secara umum, tren stunting di Indonesia terus menurun. Alhamdulillah, Aceh juga mengalami penurunan, meskipun di beberapa kabupaten masih ada fluktuasi naik-turun,” ujar dr. Natassya.

Ia menjelaskan, selama enam tahun terakhir UNICEF mencatat adanya perbaikan signifikan di Aceh, terutama setelah masa pandemi COVID-19. Meskipun pada masa pandemi penurunan hanya sekitar 1 persen, namun setelahnya laju penurunan meningkat hingga mencapai 2 persen per tahun.

“Secara nasional, angka stunting kini berada di bawah ambang batas WHO, yaitu 19,8 persen. Namun untuk Aceh, kita masih di angka 28,6 persen. Artinya, masih perlu kerja keras bersama agar bisa mencapai target nasional,” jelasnya.

Menurut dr. Natassya, keberhasilan penurunan stunting sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari edukasi gizi sejak dini, perbaikan pola makan keluarga, hingga dukungan lintas sektor antara pemerintah dan masyarakat.

“Harapan kita, tren penurunan ini terus berlanjut dengan percepatan yang lebih baik. Karena pencegahan stunting bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga kesejahteraan dan masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam konteks Islam, menjaga kesehatan anak dan keluarga juga merupakan bagian dari amanah yang harus dipenuhi setiap orang tua. Dengan memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat, masyarakat ikut berperan dalam mewujudkan keluarga yang kuat dan sejahtera.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.