“Banyak demonstran turun ke jalan setelah melihat unggahannya yang menyatakan AS ‘siap tempur’. AS pasti telah membuat kesepakatan dengan Republik Islam untuk mengkhianati rakyat Iran seperti ini,” katanya.
“Setelah Trump mengatakan bahwa pihak berwenang Iran telah memberitahunya tidak akan ada lagi pembunuhan dan eksekusi, semua orang terkejut,” ujar seorang warga Iran yang diwawancarai setelah meninggalkan negaranya.
“Semua orang marah. Mereka mengatakan Trump menggunakan kami sebagai umpan meriam. Rakyat Iran merasa dipermainkan dan ditipu,” tambahnya.
Guncangan emosional itu sangat terasa bagi mereka yang bertindak berdasarkan pernyataan Trump.
“Trump lebih buruk,” kata seorang pengusaha di Teheran. “Dia telah membuat kesalahan. Dia menarik karpet dari bawah kaki kita.”
“Dia bukan hanya pengecut di luar, tetapi juga di dalam,” kata warga Teheran lainnya kepada majalah tersebut.
Menurut mereka, pernyataan Trump telah meningkatkan harapan yang secara langsung memengaruhi keputusan orang untuk berdemonstrasi, hanya untuk melihat dukungan itu menghilang saat paling dibutuhkan.
Sebagian meyakini telah terjadi kesepakatan rahasia. Yang lain melihatnya sebagai bentuk ketidakpedulian.
“Saya telah kehilangan semua harapan,” kata seorang perempuan di Teheran.
“Trump tidak akan melakukan apa pun. Mengapa dia harus peduli pada kami?”
Warga Iran di perantauan juga mengaku merasa dikhianati, seperti dilaporkan The Guardian.
Selama dua minggu, mereka menyaksikan penindasan brutal di jalan-jalan Iran.
Pesan dari keluarga jarang datang, bahkan nyaris tidak ada, dan pernyataan Trump bahwa bantuan sedang dalam perjalanan menjadi satu-satunya sumber harapan.
“Sebagai seseorang yang tinggal di perantauan, ini terasa seperti tamparan di wajah,” kata Elham, warga Iran yang tinggal di Sydney.
“Warga Iran pernah dikecewakan sebelumnya. Kali ini, ada perasaan bahwa semuanya akan berbeda.”
“Jika Trump memberi rezim itu jalan keluar, itu akan menjadi pengkhianatan yang sangat mendalam dan tak akan bisa dipulihkan oleh rakyat Iran. Itu akan menjadi akhir dari harapan. Banyak yang membicarakan ketidakpastian Trump, tetapi menggunakan nyawa orang tak bersalah untuk sandiwara Politik tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.
Namun, sekelompok kecil lainnya masih berpendapat bahwa langkah mundur Trump mungkin bersifat taktis.
“Dia sedang memperdayai rezim,” kata seorang insinyur di Teheran.
“Saat ini pemberontakan lumpuh,” kata seorang warga Zirab.
“Saya tidak tahu apakah itu akan pernah pulih.”



















































































































Komentar Terbaru